Lonjakan Wisatawan di Gunung Ijen Picu Kepadatan Ekstrem, Otoritas Ungkap Penyebab

markdown Kawah Ijen, destinasi wisata alam yang terkenal dengan fenomena blue fire-nya, mengalami lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan pada Minggu, 11 Mei 2025. Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kepadatan ekstrem di jalur pendakian, bahkan menyebabkan antrean panjang yang menyerupai pasar. Fenomena ini memicu perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai pengelolaan kunjungan di kawasan konservasi tersebut.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @kawahijenindonesia memperlihatkan kerumunan wisatawan yang memadati jalur pendakian menuju Kawah Ijen. Keterangan dalam video menyebutkan kondisi tersebut sebagai "macet kayak pasar". Kondisi ini kontras dengan citra Gunung Ijen sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman mendaki yang unik dan pemandangan yang menakjubkan.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember, Purwantono, membenarkan terjadinya kepadatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa lonjakan pengunjung ini disebabkan oleh momentum libur panjang. Jalur pendakian Gunung Ijen sendiri dibuka mulai pukul 02.00 WIB dan ditutup pada pukul 12.00 WIB setiap harinya. BKSDA menerapkan sistem pembelian tiket secara online dengan kuota harian sebanyak 2.000 orang untuk mengendalikan jumlah pengunjung. Purwantono menduga kepadatan yang terekam dalam video terjadi di area tanjakan, di mana banyak pendaki beristirahat dan mencari sudut pandang untuk mengambil foto. Hal ini menciptakan kesan antrean panjang yang lebih dramatis.

Terlepas dari keramaian yang terjadi, Purwantono memastikan bahwa situasi di lapangan tetap terkendali. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai insiden negatif yang terjadi akibat lonjakan pengunjung tersebut. Pihak BKSDA terus berupaya untuk mengelola kunjungan wisatawan ke Gunung Ijen secara efektif, demi menjaga kelestarian alam dan memberikan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi para pengunjung.

Beberapa langkah yang mungkin dipertimbangkan ke depan termasuk peninjauan kuota harian tiket online, pengaturan jalur pendakian yang lebih baik, dan peningkatan sosialisasi mengenai etika pendakian kepada wisatawan. Tujuan utamanya adalah untuk menyeimbangkan antara pemanfaatan potensi wisata Gunung Ijen dengan upaya konservasi lingkungan dan keselamatan pengunjung.