Sakti Wahyu Trenggono Nahkodai PAN Jawa Tengah: Targetkan Kemenangan di Pemilu 2029
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, secara resmi menduduki kursi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Tengah. Penunjukan ini diperoleh melalui proses aklamasi yang berlangsung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6 DPW PAN Jateng, bertempat di Banjarsari, Solo, pada hari Minggu (11/5/2025).
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Bakri, yang menyatakan bahwa forum musyawarah sepakat menunjuk Trenggono sebagai ketua formatur, sekaligus mengukuhkannya sebagai Ketua DPW PAN Jawa Tengah. "Alhamdulillah, Bapak Sakti Wahyu Trenggono telah ditetapkan sebagai Ketua DPW, dan langsung memimpin tim formatur," ungkap Bakri seusai musyawarah.
Bakri menambahkan bahwa penunjukan Trenggono adalah representasi aspirasi dari seluruh kader PAN di Jawa Tengah. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Trenggono bukanlah sosok baru dalam dinamika internal partai. "Ini adalah permintaan dari seluruh kader, dan saya rasa beliau bukan orang asing di PAN. Beliau sudah lama berkiprah, dan merupakan putra daerah Jawa Tengah," jelas Bakri.
Sakti Wahyu Trenggono sendiri memulai keterlibatannya di PAN sejak era kepemimpinan Hatta Rajasa, yaitu pada periode 2009–2014. Dengan penunjukan ini, DPP PAN menaruh harapan besar agar DPW PAN Jawa Tengah mampu mencapai hasil yang optimal dalam Pemilu 2029 mendatang.
"Target kami adalah menjadi empat besar secara nasional. Untuk Jawa Tengah, targetnya tidak muluk-muluk, yaitu mengisi semua Daerah Pemilihan (Dapil) untuk kursi DPR RI," kata Bakri dengan optimis.
Selain menjabat sebagai Ketua DPW PAN Jawa Tengah, Trenggono juga telah dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum PAN periode 2024–2029. Penunjukan ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, pada tanggal 19 Desember 2024.
Dengan pengalaman dan jaringan yang dimiliki, Trenggono diharapkan dapat membawa angin segar dan strategi baru bagi PAN Jawa Tengah. Konsolidasi internal dan penguatan basis massa menjadi agenda utama untuk menghadapi tantangan politik di masa depan. Kehadiran figur sentral seperti Trenggono diyakini mampu mendongkrak elektabilitas partai dan menarik simpati masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Langkah ini menjadi sinyal kuat kesiapan PAN dalam menghadapi Pemilu 2029, dengan target ambisius untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi di parlemen.