Benhur Tomi Mano Dampingi Constant Karma dalam Pilgub Papua Putaran Kedua

Benhur Tomi Mano Dampingi Constant Karma dalam Pilgub Papua Putaran Kedua

Benhur Tomi Mano (BTM), calon gubernur nomor urut satu dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua putaran kedua (PSU), telah resmi menetapkan Constant Karma sebagai calon wakil gubernurnya. Pengumuman tersebut disampaikan pada Minggu, 9 Maret 2025, di kediaman BTM di Jalan Jeruk Tipis, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, di hadapan ribuan pendukungnya. Keputusan ini diambil setelah Yeremias Bisai, calon wakil gubernur sebelumnya, didiskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada 24 Februari 2025. Partai pendukung BTM, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), menyatakan dukungan penuh terhadap pasangan BTM-CK ini. Proses pendaftaran pasangan calon ini dilakukan sesuai tenggat waktu yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, yaitu antara 8-10 Maret 2025.

Constant Karma: Figur Ternama di Papua

Constant Karma, seorang pensiunan aparatur sipil negara (ASN) dan politikus Partai Golongan Karya (Golkar), bukanlah figur baru di kancah politik dan pemerintahan Papua. Sebelum terjun ke dunia politik, ia memulai kariernya sebagai dokter hewan. Pengalamannya yang mumpuni dalam birokrasi pemerintahan terlihat dari jabatan-jabatan penting yang pernah diembannya, di antaranya Wakil Gubernur Papua periode 2000-2005, Penjabat Gubernur Papua periode 2012-2013, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua. Latar belakangnya yang kuat ini menjadi pertimbangan utama PDI-P dalam memilihnya sebagai pendamping BTM. Komarudin Watubun, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Kehormatan PDI-P, menyatakan bahwa Constant Karma merupakan sosok yang tepat karena rekam jejaknya yang bersih dan berpengalaman, sekaligus sebagai tokoh senior yang berpengaruh di Papua.

Dukungan PDI-P dan Apresiasi untuk Yeremias Bisai

PDI-P menilai bahwa Constant Karma memiliki kapabilitas dan integritas yang dibutuhkan untuk melanjutkan pembangunan Papua. Pihak partai juga menekankan komitmennya untuk bekerja sama dengan Constant Karma dalam memenangkan PSU. Dalam kesempatan tersebut, Komarudin Watubun juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Yeremias Bisai atas kontribusinya pada Pilkada 27 November 2024, meskipun akhirnya tidak dapat melanjutkan sebagai calon wakil gubernur.

Tantangan ke Depan

Pasangan BTM-CK kini menghadapi tantangan untuk meyakinkan masyarakat Papua agar memberikan suara kepada mereka dalam putaran kedua Pilgub ini. Mereka harus mampu menyusun strategi kampanye yang efektif dan meyakinkan untuk meraih simpati publik dan meraih kemenangan dalam pemilihan ulang ini. Persaingan di PSU ini tentu akan sengit dan membutuhkan kerja keras dari tim kampanye untuk memastikan kemenangan. Menarik untuk melihat bagaimana pasangan ini akan menjalankan kampanye dan bagaimana strategi mereka untuk memenangkan hati rakyat Papua.