Qory Sandioriva: Pengalaman dengan Autoimun dan Gejala Awal yang Sering Terabaikan

Penyakit autoimun seringkali datang dengan gejala yang samar dan mudah disalahartikan sebagai penyakit umum. Qory Sandioriva, Puteri Indonesia 2009, berbagi pengalamannya dalam menghadapi autoimun sejak usia remaja dan mengidentifikasi gejala-gejala awal yang perlu diwaspadai.

Qory didiagnosis dengan tiga penyakit autoimun sekaligus: Lupus SLE, Sjögren's Syndrome, dan Inflammatory Bowel Disease (IBD). Perjalanan panjangnya dalam mendiagnosis penyakit ini membuatnya sadar akan pentingnya mengenali gejala-gejala awal yang seringkali diabaikan.

Gejala Autoimun yang Perlu Diwaspadai:

Berdasarkan pengalaman Qory, berikut adalah beberapa gejala autoimun yang perlu diwaspadai:

  • Demam Tinggi Tanpa Penyebab Jelas: Qory mengalami demam tinggi yang menyerupai gejala demam berdarah atau tipes. Namun, hasil laboratorium menunjukkan hasil negatif untuk kedua penyakit tersebut. Kondisi ini membuatnya bingung karena tubuhnya mengalami demam tinggi tanpa penyebab yang jelas.
  • Sakit Kepala Berlebihan: Selain demam, Qory juga mengalami sakit kepala yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa sakitnya melebihi sakit kepala biasa dan tidak membaik hanya dengan istirahat. Sakit kepala ini bisa menjadi indikasi adanya gangguan pada sistem imun.
  • Kelelahan Ekstrem: Qory juga merasakan kelelahan yang tidak kunjung hilang. Berbeda dengan kelelahan biasa yang bisa hilang dalam 1-2 hari, kelelahan akibat autoimun bisa berlangsung lebih lama dan membatasi aktivitas harian.
  • Reaksi Alergi yang Memicu Gejala: Alergi yang sebelumnya dianggap ringan bisa menjadi pemicu gejala autoimun. Qory mengingatkan untuk tidak mengabaikan reaksi alergi yang muncul, seperti gatal-gatal setelah makan sesuatu.

Qory menekankan pentingnya untuk lebih peka terhadap gejala-gejala tersebut dan tidak menunda pemeriksaan medis. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah kondisi memburuk.

"Untuk tahu lebih pastinya, lebih baik cek laboratorium, cek darah dan berkonsultasi dengan dokter," ujarnya.

Dengan berbagi pengalamannya, Qory Sandioriva berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit autoimun dan pentingnya mengenali gejala-gejala awal agar dapat ditangani dengan segera.