Maluku Barat Daya Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 5,8, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Maluku Barat Daya dikejutkan oleh guncangan gempa bumi dengan magnitudo 5,8 pada hari Sabtu, 10 Mei 2025, pukul 05:45:44 WIB. Informasi ini disampaikan secara resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut data yang dirilis BMKG, episenter gempa terletak di koordinat 7,25 derajat Lintang Selatan dan 129,29 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman mencapai 223 kilometer. Lokasi pusat gempa berada di laut, sekitar 59 kilometer arah barat laut dari Tepa, Maluku Barat Daya.

Masyarakat Maluku Barat Daya sempat merasakan kepanikan sesaat akibat guncangan gempa. Beberapa warga dilaporkan keluar rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Namun, kekhawatiran akan terjadinya tsunami mereda setelah BMKG mengeluarkan pernyataan resmi bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Meskipun tidak berpotensi tsunami, gempa dengan magnitudo 5,8 dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan yang kurang kokoh. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memeriksa kondisi rumah masing-masing dan melaporkan kerusakan kepada pihak berwenang.

Pemerintah daerah Maluku Barat Daya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan assessment terhadap dampak gempa. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah diterjunkan ke lapangan untuk mendata kerusakan dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Gempa bumi merupakan salah satu ancaman bencana alam yang sering terjadi di wilayah Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang terletak di jalur pertemuan lempeng tektonik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi, termasuk memahami langkah-langkah evakuasi yang benar dan memiliki bangunan yang tahan gempa.

BMKG terus memantau perkembangan situasi pasca gempa dan akan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak terpengaruh oleh berita-berita hoax yang dapat menimbulkan kepanikan.