Penemuan Jasad Pria Tanpa Identitas Gegerkan Warga Kalideres
Warga Kalideres Gegerkan dengan Penemuan Mayat Pria di Dekat Selokan
Warga Gang Barokah, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria tanpa identitas pada Kamis (8/5/2025) malam. Jasad pria tersebut ditemukan tergeletak di dekat selokan yang berlokasi tidak jauh dari sebuah kebun kosong. Kondisi korban saat ditemukan mengenakan pakaian lengkap, dengan kaos berwarna hitam dan celana jeans biru.
Namin (67), seorang warga RT 001/RW 012 Kalideres, menuturkan bahwa penemuan jasad tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Erla, seorang warga yang baru pulang kerja, menjadi orang pertama yang menemukan mayat tersebut.
"Awalnya dia pulang kerja, sekitar jam 22.30 WIB. Tiba-tiba dia teriak 'ada mayat-ada mayat'," ungkap Namin saat ditemui di lokasi kejadian.
Mendengar teriakan histeris Erla, warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Setelah memastikan adanya mayat, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT dan RW setempat, yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.
"Polisi datang sekitar pukul 23.30 WIB. Suasana sangat ramai, ada tim Inafis juga. Korban baru dievakuasi sekitar pukul 01.30 WIB, Jumat (9/5/2025)," jelas Namin.
Erna (38), warga lainnya, mengaku sempat merasa ketakutan saat melintasi lokasi kejadian dan melihat jasad korban yang sudah tidak bernyawa.
"Saya langsung lari ke dalam rumah sambil berteriak-teriak memberi tahu warga. Saat itu ada tiga warga yang sedang berada di warung," tutur Erna.
Ia kemudian memberitahukan temuannya kepada ketiga warga tersebut dan mereka langsung menuju lokasi penemuan mayat.
"Karena saya sangat ketakutan, saya hanya bisa duduk di warung dan tidak tahu persis kronologi kejadiannya," imbuhnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, area tempat jasad pria tersebut ditemukan telah dipasangi garis polisi berwarna kuning dengan tulisan "Garis Polisi, Dilarang Melintas". Tiga batang bambu setinggi satu meter dan galon bekas berisi tanah digunakan sebagai penyangga garis polisi yang membentang sepanjang tiga meter.
Suasana di sekitar lokasi kejadian tampak sepi tanpa adanya permukiman warga yang berdekatan. Hanya terdapat sebuah kebun kosong yang dipenuhi sampah plastik. Penerangan jalan di sekitar lokasi juga sangat minim, hanya terdapat tiga lampu jalan yang berfungsi.
Lokasi penemuan mayat sebenarnya tidak terlalu jauh dari permukiman warga, hanya berjarak sekitar 20 meter. Namun, Namin menjelaskan bahwa suasana di lokasi tersebut selalu sepi setelah pukul 22.00 WIB.
"Biasanya jam 22.00 WIB di sini sudah mulai sepi. Paling hanya ada orang yang pulang kerja yang melintas," kata Namin.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa penemuan mayat ini. Investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.