Pencemaran Limbah Diduga Picu Kematian Massal Ikan di Tambak Semarang, Kerugian Ratusan Juta Rupiah Mengancam
Kabar duka menghampiri para petambak ikan di wilayah Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Ribuan ikan berbagai jenis dilaporkan mati mendadak dalam kurun waktu sepekan terakhir, menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kejadian ini sontak membuat para petambak merugi dan menghentikan aktivitas budidaya mereka.
Diduga kuat, penyebab kematian massal ikan ini adalah pencemaran limbah minyak yang berasal dari aktivitas industri di sekitar wilayah tambak. Kecurigaan mengarah pada PT Bonanza, sebuah perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. Masyarakat dan kelompok nelayan setempat telah melakukan investigasi mandiri dan menemukan indikasi kuat adanya kandungan minyak dalam air tambak. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada pihak Kelurahan Terboyo Kulon untuk segera ditindaklanjuti.
Slamet Ari Nugroho, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jawa Tengah, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini. Menurutnya, kematian ikan terjadi secara tiba-tiba dan meluas ke sembilan tambak yang berbeda. "Sudah seminggu ikan pada mati hampir semua tak bersisa," ujarnya. KNTI bersama para petambak telah berupaya mencari tahu penyebab kematian ikan dan menemukan indikasi adanya pencemaran limbah minyak.
Laporan yang diterima KNTI menunjukkan bahwa setiap petambak mengalami kerugian yang signifikan, mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 75 juta. Jika ditotal, kerugian akibat kematian massal ikan ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 600 juta. Pihak kelurahan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) juga telah melakukan penelusuran dan mendapatkan temuan serupa, yang mengarah pada dugaan pencemaran limbah dari PT Bonanza.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para petambak ikan di Terboyo Kulon. Mereka berharap agar pihak terkait segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah pencemaran limbah dan memberikan kompensasi atas kerugian yang mereka alami. Selain itu, mereka juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.