Penanganan Darurat Pascajebolnya Tembok di Kalibata Akibat Hujan Deras

Hujan deras yang melanda Jakarta Selatan beberapa waktu lalu mengakibatkan tembok di Jalan Kalibata Timur jebol. Pantauan terkini di lokasi menunjukkan upaya penanganan darurat tengah dilakukan untuk mencegah dampak lebih lanjut.

Material tembok yang runtuh masih tampak di sekitar lokasi kejadian. Beberapa tiang listrik dan kabel di atasnya terlihat miring akibat terkena reruntuhan. Sebagai langkah antisipasi, karung-karung pasir telah dipasang di bahu jalan sebagai penghalang darurat. Tujuannya adalah untuk menahan potensi longsoran tanah dan luapan air ke jalan raya. Kondisi tanah di area tersebut masih terlihat basah.

Di balik tembok yang jebol, terlihat alat berat yang tengah menggali. Galian ini difungsikan sebagai parit sementara untuk mengalirkan air, dengan harapan dapat mencegah luapan saat hujan kembali mengguyur kawasan tersebut.

Sebelumnya, tanggul di kawasan Kalibata juga dilaporkan jebol akibat luapan kali sodetan. Kejadian ini menyebabkan banjir setinggi 60 cm yang merendam satu RT. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa luapan kali sodetan dan jebolnya tanggul disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi. Dampaknya terasa di RT 008 RW 008 Kalibata Timur Raya, Kelurahan Kalibata. Meskipun banjir sempat merendam wilayah tersebut, tidak ada laporan mengenai pengungsi.

Menurut informasi yang dihimpun, tembok yang jebol sempat tertahan oleh tiang listrik, sehingga tidak langsung menimpa jalan. Selain di Kalibata, banjir juga melanda kawasan Kuningan Barat, di mana 6 RT dilaporkan masih terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 40 cm hingga 1 meter. Banjir di Kuningan Barat diakibatkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.