Roger Danuarta dan Cut Meyriska Ungkap Strategi Pengasuhan Anak yang Adaptif

Pasangan selebritas Roger Danuarta dan Cut Meyriska berbagi pandangan mengenai pendekatan pengasuhan yang mereka terapkan pada kedua buah hati mereka, Shaquille Kaili Danuarta dan Jourell Kenzie Danuarta. Mereka menekankan pentingnya pendekatan yang disesuaikan dengan karakter unik setiap anak.

Roger Danuarta menjelaskan, "Kami mencoba pendekatan yang lembut terlebih dahulu. Kami mengajak mereka berdiskusi, berbicara dari hati ke hati." Namun, ia juga menekankan bahwa tidak ada formula tunggal yang cocok untuk semua anak. "Setiap anak berbeda, tidak bisa disamakan cara membesarkannya. Tidak ada satu pun metode parenting yang bisa diterapkan secara universal," ujarnya saat ditemui di sebuah acara televisi.

Roger mengakui bahwa ia dibesarkan dengan didikan yang cukup keras. Meskipun demikian, ia menyadari bahwa pengalaman tersebut telah membentuk karakternya menjadi seperti sekarang. "Saat dewasa, saya menyadari bahwa didikan keras itulah yang saya butuhkan. Tanpa itu, saya tidak akan menjadi seperti ini," ungkapnya.

Meski merasakan manfaat dari didikan keras di masa lalu, Roger memilih untuk tidak menerapkannya pada anak-anaknya. Ia lebih memilih untuk memulai dengan pendekatan yang lembut dan penuh pengertian. Baginya, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing anak-anak mereka.

"Jika kita membiarkan atau menelantarkan anak tanpa arahan yang baik, itu adalah kesalahan kita sebagai orang tua. Kewajiban kita adalah mendidik anak," tegas Roger. Ia meyakini bahwa memberikan arahan yang tepat adalah kunci untuk membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan berkarakter.

Cut Meyriska sependapat dengan suaminya mengenai pentingnya pendekatan yang lembut. Namun, ia menambahkan bahwa ketegasan juga diperlukan dalam mendidik anak, meskipun harus diterapkan secara bertahap.

"Ketegasan itu perlu, tapi mungkin tidak langsung. Step by step. Setelah emosinya stabil dan dia sudah tenang, baru kita beri tahu," jelas Cut Meyriska. Ia percaya bahwa memberikan penjelasan setelah anak tenang akan lebih efektif daripada saat mereka masih diliputi emosi.

Cut Meyriska juga mengungkapkan bahwa ia memiliki waktu-waktu khusus yang dianggap efektif untuk berdialog dengan anak-anaknya. Momen-momen ini biasanya dimanfaatkan untuk memberikan nasihat dan arahan.

"Biasanya, saya banyak memberikan nasihat kepada anak-anak saat mereka akan tidur, bangun tidur, atau selama perjalanan ke sekolah," pungkasnya. Ia percaya bahwa momen-momen ini adalah waktu yang tepat untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak dan memberikan pengaruh positif bagi perkembangan mereka.

  • Pendekatan Lembut: Mengutamakan diskusi dan komunikasi yang baik dengan anak.
  • Ketegasan Bertahap: Menerapkan ketegasan secara perlahan setelah anak tenang.
  • Waktu Khusus: Memanfaatkan momen-momen tertentu untuk berdialog dengan anak.