Pluit Junction Mall: Aktivitas Terhenti, Pintu Tertutup, Masa Depan Tak Pasti
Pluit Junction Mall, yang terletak di kawasan Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, telah menghentikan operasionalnya sejak 30 April 2025. Situasi terkini menunjukkan sebuah pemandangan yang memprihatinkan, dengan nyaris seluruh penyewa (tenant) tidak lagi beroperasi dan jumlah pengunjung yang sangat minim.
Dari pantauan di lokasi pada Jumat, 9 Mei 2025, suasana sepi terasa begitu kental di pusat perbelanjaan ini. Bangunan mal yang dulunya ramai dengan aktivitas jual beli kini tampak lengang. Meskipun dari luar bangunan masih terlihat kokoh dengan dominasi warna merah dan hijau, namun hampir semua pintu masuk mal tertutup rapat dan digembok.
Pemberitahuan mengenai penutupan mal terpampang di pintu tengah, menginformasikan bahwa operasional mal dihentikan sementara dalam rangka beautifikasi sejak Rabu, 30 April 2025 pukul 22.00 WIB. Pemberitahuan itu juga menyebutkan harapan akan hadirnya sesuatu yang baru di masa depan.
Hanya satu pintu di sisi utara yang masih terbuka, dijaga oleh petugas keamanan. Pintu ini berfungsi sebagai akses menuju hotel yang berada di lantai atas mal. Di area pintu utara ini, terdapat dua gerai yang masih beroperasi, yaitu sebuah toko roti dan satu tenant UMKM yang keduanya terletak di lantai dasar. Sementara itu, tenant-tenant lain yang tersebar di lima lantai mal tidak lagi terlihat beraktivitas.
Kondisi di dalam mal juga memprihatinkan. Pencahayaan di setiap lantai tidak lagi berfungsi penuh, dan eskalator tidak beroperasi. Lift hanya diperuntukkan bagi petugas keamanan dan pengelola mal. Meski demikian, pendingin ruangan tetap berfungsi, memberikan suasana sejuk di dalam bangunan yang sepi.
Beberapa karyawan terlihat berlalu lalang di dalam mal, namun jumlah pengunjung sangat minim. Seorang pengunjung bernama Meri (60) mengaku tidak mengetahui bahwa Pluit Junction Mall telah tutup. Ia baru menyadari hal tersebut setelah tiba di lokasi.
Kontras dengan suasana sepi di dalam mal, area di depan Pluit Junction Mall justru ramai dengan aktivitas pedagang kaki lima dan warga yang menunggu bus Transjakarta.