Peran Red Hulk Dibatalkan dalam 'Thunderbolts*', Bill Foster Hampir Jadi Bagian Cerita
markdown Film Thunderbolts* hampir mengambil arah yang berbeda dari yang kita lihat sekarang. Penulis naskah film tersebut, Eric Pearson, mengungkapkan beberapa karakter yang awalnya direncanakan untuk tampil, namun akhirnya tidak jadi dimasukkan dalam film.
Salah satu perubahan besar yang hampir terjadi adalah menjadikan Red Hulk sebagai antagonis utama. Thaddeus 'Thunderbolt' Ross, yang diperankan oleh Harrison Ford, tadinya akan menjadi musuh yang harus dihadapi oleh tim Thunderbolts. Namun, ide ini ditolak oleh Marvel Studios. Pearson awalnya merasa kecewa dengan keputusan tersebut, tetapi kemudian menyadari bahwa Sentry adalah pilihan yang lebih tepat untuk peran antagonis.
Jika Red Hulk menjadi villain, fokus cerita mungkin akan bergeser dan dinamika antara karakter Bob dan Yelena mungkin tidak akan terasa sama. Keputusan untuk tidak menggunakan Red Hulk memungkinkan film untuk lebih mengeksplorasi tema-tema seperti kesehatan mental dan trauma masa lalu.
Selain Red Hulk, karakter Bill Foster juga hampir dimasukkan ke dalam cerita. Foster, yang sebelumnya diperankan oleh Laurence Fishburne, direncanakan sebagai ayah dari Ghost, alias Ava Starr. Kombinasi antara Foster dan Red Guardian (Alexei Shostakov) dianggap sebagai potensi yang menarik untuk dieksplorasi.
"Ada satu atau dua draf di mana tidak ada Bucky, dan ada draf lainnya di mana Bill Foster terlibat. Ayah Ava itu muncul dengan peran yang tak hanya cameo, bahkan ia punya momennya sendiri dan membantu tim di akhir film," ujar Pearson.
Ide untuk memasukkan Foster adalah untuk menghadirkan dinamika antara dua sosok ayah yang bukan ayah kandung, tetapi berusaha untuk mengisi peran tersebut. Namun, ide ini akhirnya ditinggalkan, mungkin karena Foster tidak memiliki latar belakang trauma yang sama dengan karakter lain dalam tim Thunderbolts.
Sebelumnya, sutradara Jake Schreier juga sempat ingin memasukkan Man-Thing sebagai anggota tim Thunderbolts. Karakter yang muncul dalam Werewolf by Night ini dianggap memiliki potensi plot yang menarik dengan Valentina Allegra de Fontaine. Man-Thing akan menjadi agen yang ingin dihancurkan oleh Valentina, karena ia adalah makhluk yang tidak dapat diprediksi. Namun, ide ini juga tidak jadi direalisasikan karena dianggap tidak cocok dengan dinamika tim yang sudah ada. Kehadiran Man-Thing dikhawatirkan akan mengalihkan perhatian dari karakter lain, seperti Bob.
Keputusan untuk tidak memasukkan karakter-karakter ini pada akhirnya membentuk film Thunderbolts* seperti yang kita lihat sekarang. Meskipun ada beberapa perubahan yang hampir terjadi, tim produksi merasa bahwa pilihan yang mereka buat adalah yang terbaik untuk cerita dan karakter-karakter yang terlibat.