Animo Masyarakat Tinggi, Sekolah Rakyat Yogyakarta Kewalahan Hadapi Lonjakan Pendaftar

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami lonjakan signifikan dalam pendaftaran Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Jumlah pendaftar telah melampaui kuota yang tersedia, memicu upaya peningkatan kapasitas dan proses verifikasi yang ketat.

Membludaknya Pendaftar:

Kuota awal yang ditetapkan untuk Sekolah Rakyat adalah 150 siswa, yang akan ditempatkan di dua lokasi, yaitu Sonosewu dan Purwomartani. Namun, antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga jumlah pendaftar mencapai angka sekitar 700 orang. Lonjakan pendaftar ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan program pendidikan yang inklusif dan terjangkau.

Upaya Penambahan Kuota:

Merespons tingginya permintaan, Dinas Sosial (Dinsos) DIY mengusulkan penambahan kuota menjadi 300 siswa. Rencananya, kuota tambahan akan dialokasikan dengan 200 siswa di Sonosewu dan 100 siswa di Purwomartani. Saat ini, Dinsos DIY tengah mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menampung jumlah siswa yang bertambah.

Proses Verifikasi yang Ketat:

Proses pendaftaran telah ditutup, dan saat ini memasuki tahap verifikasi calon siswa. Verifikasi dilakukan dengan memeriksa data ekonomi pendaftar berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya desil 1. Selain itu, tim verifikasi juga akan menilai motivasi calon siswa untuk bersekolah dan dukungan dari orang tua. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa siswa yang diterima benar-benar membutuhkan dan memiliki komitmen untuk menyelesaikan pendidikan.

Survei Lapangan:

Untuk memastikan keakuratan data dan kondisi sosial ekonomi calon siswa, tim verifikasi akan melakukan survei langsung ke rumah pendaftar. Survei ini bertujuan untuk memverifikasi apakah calon siswa memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk mengikuti program Sekolah Rakyat.

Tentang Sekolah Rakyat:

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin, khususnya yang terdaftar dalam DTKS desil 1 dan 2. Program ini dibuka untuk jenjang SMA dan akan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026. Program ini dikelola oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta, yang telah membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2025/2026.