Pria Jember Jadi Korban Pembacokan Misterius di Jalan Raya Lumajang

Seorang pria bernama Rohmadi, warga Jember berusia 40 tahun, menjadi korban aksi kekerasan di jalan raya yang menghubungkan Lumajang dan Jember. Insiden tersebut terjadi pada Kamis dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, di wilayah Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Saat kejadian, Rohmadi sedang dalam perjalanan pulang menuju Jember setelah menyelesaikan pekerjaannya di sebuah pabrik di Lumajang. Di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Raya Lumajang - Jember, ia tiba-tiba diserang oleh tiga orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor tanpa lampu.

Menurut keterangan pihak kepolisian, salah seorang pelaku langsung menyerang Rohmadi dengan senjata tajam, mengenai pergelangan tangan kanannya. Akibat serangan itu, korban mengalami luka parah.

"Korban yang saat itu hendak pulang ke Jember, tiba-tiba didatangi oleh sepeda motor tanpa lampu yang ditumpangi tiga orang dari arah yang sama. Salah seorang pelaku langsung membacok korban dengan senjata tajam," ujar Iptu Sujianto, Kapolsek Tekung.

Usai melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan Rohmadi yang terluka. Dalam kondisi berdarah, Rohmadi berusaha mencari pertolongan dan berhasil mencapai Puskesmas Nogosari yang kebetulan masih buka. Ia segera mendapatkan perawatan medis pertama di puskesmas tersebut.

Saat ini, Rohmadi telah dirujuk ke rumah sakit umum untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pihak kepolisian dari Polsek Tekung sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas dan menangkap para pelaku pembacokan.

Motif di balik serangan ini masih belum jelas. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan korban. Keterbatasan informasi menjadi kendala dalam penyelidikan awal, mengingat kondisi jalanan yang sepi saat kejadian.

Meski demikian, polisi memastikan bahwa insiden ini bukan merupakan tindak perampokan atau pembegalan, karena sepeda motor milik korban tidak diambil oleh para pelaku. Dugaan sementara, ada motif lain di balik serangan brutal tersebut.

"Kami masih mendalami motifnya, karena minim saksi. Namun, kami pastikan ini bukan pembegalan karena motor korban tidak hilang," tegas Iptu Sujianto.

Pihak kepolisian terus berupaya mengumpulkan bukti dan informasi untuk mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan waspada saat berkendara di malam hari, terutama di jalan-jalan yang sepi.