Antisipasi Banjir Jakarta, Lumpur Ciliwung Dikeruk dan Ditampung di Ancol

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya menanggulangi potensi banjir di wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan melakukan pengerukan Kali Ciliwung, sungai yang kerap meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah kawasan, terutama saat musim hujan.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) menjelaskan bahwa pengerukan Kali Ciliwung difokuskan pada segmen Bukit Duri, Tebet, sepanjang 2,1 kilometer. Proyek ambisius ini telah dimulai sejak awal Januari 2024 dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2025. Lumpur hasil pengerukan tidak akan dibuang sembarangan, melainkan akan ditampung di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Pemindahan lumpur ke Ancol akan dilakukan pada malam hari setelah melalui proses transit sementara.

Menurut keterangan, pengerukan dimulai dari Jalan KH Abdullah Syafi’i hingga kawasan Romtek. Sebanyak 150 personel dari Suku Dinas SDA dan 10 petugas PPSU Kelurahan Bukit Duri dikerahkan untuk mempercepat proses pengerukan. Armada yang diturunkan meliputi lima unit ekskavator dan 12 truk pengangkut lumpur. Volume sedimen lumpur yang diperkirakan akan dikeruk mencapai 11.000 meter kubik, dan hingga saat ini, sekitar 6.000 meter kubik lumpur telah berhasil diangkat.

Langkah pengerukan ini merupakan respons terhadap banjir besar yang pernah melanda Bukit Duri pada tahun 2020. Luapan Kali Ciliwung saat itu menyebabkan Kampung Pulo terendam banjir. Dengan pengerukan ini, diharapkan kapasitas sungai meningkat dan risiko banjir dapat diminimalkan.

Dalam pelaksanaannya, proyek pengerukan Kali Ciliwung ini dilakukan dengan koordinasi dan izin dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), selaku pihak yang memiliki kewenangan atas pengelolaan Kali Ciliwung.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta menyampaikan bahwa sedimen lumpur dari pengerukan 17 sungai dan waduk di Jakarta akan dibuang ke dumping site di Ancol. Pemprov DKI Jakarta sempat menghadapi kendala dalam menentukan lokasi pembuangan lumpur, mengingat lumpur tersebut tidak boleh dibuang sembarangan. Program pengerukan ini merupakan bagian integral dari upaya pengendalian banjir di Jakarta, dengan target mengeluarkan sekitar 1 juta meter kubik lumpur dari sungai dan waduk.

Berikut rincian proyek pengerukan Kali Ciliwung:

  • Lokasi: Segmen Bukit Duri, Tebet
  • Panjang: 2,1 kilometer (2.100 meter)
  • Waktu Pelaksanaan: 2 Januari 2024 - akhir Agustus 2025
  • Personel: 150 orang dari Suku Dinas SDA, 10 petugas PPSU Kelurahan Bukit Duri
  • Armada: 5 ekskavator, 12 truk pengangkut lumpur
  • Volume Lumpur: Target 11.000 meter kubik, sudah dikeruk 6.000 meter kubik
  • Tujuan: Antisipasi banjir, peningkatan kapasitas sungai