Wamendagri Apresiasi Respons Cepat Petugas dalam Penanganan Kecelakaan di Surabaya

Surabaya menjadi sorotan atas respons cepat dan efisien petugas dalam menangani insiden kecelakaan. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya secara langsung menyaksikan kejadian tersebut saat melakukan aktivitas lari pagi di kota tersebut.

Saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Surabaya, Bima Arya menceritakan pengalamannya. Ia sedang berlari bersama Wali Kota Tasikmalaya di sekitar Jalan Tunjungan ketika tiba-tiba mendengar suara keras di belakang mereka. Merasa terpanggil untuk membantu, Bima Arya dan rombongannya segera mendatangi sumber suara dan mendapati sebuah kecelakaan baru saja terjadi.

"Tadi pagi saya lari sama Wali Kota Tasik, di awal Jalan Tunjungan, di belakang kami tiba-tiba terdengar suara keras," kata Bima.

Yang menarik perhatian Bima Arya adalah kecepatan respons dari petugas, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Menurutnya, tidak sampai satu menit setelah kejadian, petugas Satpol PP sudah berada di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama.

"Ada Pol PP, enggak sampai satu menit sudah ada di situ, jadi kami lari, Pol PP juga lari. Boleh tepuk tangan dulu setelah ini ada yang lebih dahsyat lagi," ujarnya.

Bima Arya dan petugas Satpol PP Surabaya kemudian berinisiatif mengevakuasi korban kecelakaan ke tepi jalan. Namun, muncul kendala terkait transportasi korban ke rumah sakit. Saat ambulans melintas, kondisinya sudah melaju dengan kecepatan tinggi. Di sinilah Bima Arya kembali terkesan dengan kesigapan petugas.

Petugas Satpol PP dengan tenang menghubungi Tim Gerak Cepat (TGC), yang dalam waktu 15 menit tiba di lokasi kejadian.

"Ini gimana (evakuasinya)? Ada ambulance lewat tapi sudah terlalu ngebut begitu. Si Pol PP tenang, siap kami telepon TGC, tim gerak cepat, 15 menit datang di situ TGC ini," ucapnya.

Bima Arya membandingkan pengalamannya di Surabaya dengan penanganan korban kecelakaan di daerah lain. Ia menilai bahwa respons di Surabaya jauh lebih cepat dan terkoordinasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Buyung Hidayat, memberikan keterangan lebih detail mengenai insiden tersebut. Korban kecelakaan adalah seorang wanita berinisial M (61 tahun). Petugas yang tiba di lokasi segera memberikan penanganan awal dan melakukan pemeriksaan kondisi korban.

"Petugas tiba di lokasi, ada korban satu orang kondisinya sadar, dilanjutkan penanganan awal dan pengecekan oleh TGC pusat dan TRC BPBD," ujar Buyung.

Setelah dilakukan penanganan awal oleh TGC dan TRC BPBD Kota Surabaya, diputuskan bahwa korban tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan di tempat kejadian.