Gianyar Optimalkan Pengelolaan Sampah Organik dengan Teknologi Black Soldier Fly

Kabupaten Gianyar, Bali, kini mengandalkan teknologi Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah organik. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus menghasilkan nilai ekonomi dan ekologis.

Yayasan Rumah Belajar Sampah (YRBS) telah mendirikan fasilitas pengolahan sampah organik berbasis BSF di Desa Pupuan, Gianyar. Peluncuran fasilitas ini pada Kamis, 8 Mei 2025, menandai komitmen bersama antara YRBS dan masyarakat setempat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. Acara peluncuran dimeriahkan dengan diskusi bertema 'BSF dan Solusi Sampah Organik' yang menghadirkan Soma Roland dari Magi Farm dan Dr. Ida Ayu Rai Widhiawati dari Universitas Udayana sebagai pembicara. Mereka membahas potensi BSF sebagai metode pengolahan limbah organik yang efektif untuk wilayah perkotaan dan pedesaan.

Selain diskusi, acara ini juga menampilkan pameran seni bertajuk 'Daur Ulang, Jaga Bumi' yang menampilkan karya lima seniman muda Bali: Gilang Propagila, Felixrio Prabowo, IGN A. Wahyu S, Ayu Bindhu Dita Agustini, dan Dianita Rahimi Al Bayani. Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Ketua YRBS, I Made Agung Eka Nugraha, menekankan pentingnya edukasi dan penerapan teknologi tepat guna seperti BSF dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pemilahan dan pengolahan sampah organik. Fasilitas BSF ini merupakan bagian dari proyek Nature’s Utilization for Recycling and Upcycling of Trash Efficiently (NURTURE) yang didukung oleh Konsulat Jenderal Australia di Bali.

Inisiatif ini sejalan dengan Peraturan Bupati Gianyar Nomor 76 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal, yang mewajibkan masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah dari sumbernya dan memilah sampah. Dengan adanya peraturan ini, pengelolaan sampah organik diharapkan dapat dioptimalkan, dan fasilitas BSF dapat berkontribusi signifikan dalam penanganan sampah organik di tingkat lokal.