Aksi Nekat Bocah di Sukabumi: Belasan Rumah Hangus Dilalap Api, Terinspirasi Tontonan Layar Kaca?
Kota Sukabumi dikejutkan dengan insiden kebakaran yang melanda sebuah permukiman di Gang Amarta IV, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang. Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 2 Mei 2025 ini, diduga kuat dipicu oleh tindakan seorang anak laki-laki berusia 9 tahun. Akibatnya, 13 rumah warga menjadi korban, satu di antaranya mengalami kerusakan parah, sementara sisanya mengalami kerusakan ringan.
Kasus ini kini ditangani oleh pihak kepolisian. Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Tatang, pelaku yang masih di bawah umur tersebut diduga terinspirasi dari sebuah film yang ia tonton. "Motif anak tersebut melakukan pembakaran adalah karena iseng dan terobsesi dengan tontonan atau film yang dilihatnya di televisi," ungkap AKP Tatang dalam keterangan video yang dirilis pada Kamis, 8 Mei 2025. Anak tersebut melakukan aksinya dengan menggunakan korek api gas.
Kronologi kejadian bermula ketika warga yang tengah melakukan ronda pada Sabtu, 3 Mei 2025 pagi, memergoki pelaku yang hendak melakukan aksi pembakaran serupa di rumah warga lainnya. Warga segera mengamankan pelaku dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Setelah melalui proses mediasi, pihak keluarga pelaku bersedia bertanggung jawab untuk mengganti kerugian yang dialami oleh para korban kebakaran.
Ketua RW 05, Erwin Budiman, menambahkan bahwa kejadian serupa juga terjadi di lingkungan RW 06, dengan total 13 titik kebakaran. "Di RW ini 1 titik, sisanya di RW 6. Total 13 titik," jelas Erwin. Ia berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan mengimbau kepada para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap perilaku anak-anak mereka. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan sekitar.
"Dengan kejadian ini, kita bisa meningkatkan keamanan, menggugah masyarakat tentang pentingnya keamanan, dan menjaga lingkungan. Semoga setelah ini, warga lebih memperhatikan keamanan lingkungan dan sekitarnya," tegas Erwin. Insiden ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat, yang berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Peran serta aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan, sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak.