Rupiah Tertekan, Dolar AS Sentuh Level Rp 16.554 di Pasar Spot
Rupiah Melemah Diterpa Penguatan Dolar AS
Pagi ini, Kamis (8/5/2025), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan di pasar spot. Berdasarkan pantauan data Bloomberg, Dolar AS diperdagangkan di level Rp 16.554, mencerminkan penguatan sebesar 0,11% atau 18 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan Dolar AS terhadap mata uang regional Asia menunjukkan dinamika yang beragam. Mata uang Paman Sam ini menunjukkan dominasinya terhadap beberapa mata uang Asia. Won Korea Selatan menjadi salah satu yang terdampak, dengan Dolar AS menguat sebesar 0,40%. Peso Filipina juga mengalami hal serupa, dengan penguatan Dolar AS tercatat sebesar 0,31%. Ringgit Malaysia pun tak luput dari tekanan, dengan Dolar AS menguat signifikan sebesar 0,63%.
Namun, tren penguatan Dolar AS tidak sepenuhnya merata di seluruh Asia. Beberapa mata uang justru menunjukkan resistensi dan berhasil mengungguli Dolar AS. Dolar Baru Taiwan misalnya, mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,04% terhadap Dolar AS. Yen Jepang juga menunjukkan performa positif, dengan penguatan sebesar 0,17% terhadap mata uang AS. Sementara itu, Baht Thailand juga berhasil mengungguli Dolar AS dengan apresiasi sebesar 0,33%.
Selain mata uang-mata uang yang telah disebutkan, Dolar AS juga menunjukkan pergerakan yang bervariasi terhadap mata uang Asia lainnya. Terhadap Rupee India, Dolar AS menguat sebesar 0,47%. Sementara itu, terhadap Yuan China, Dolar AS mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,12%. Terakhir, terhadap Dolar Hong Kong, Dolar AS menunjukkan penguatan yang relatif stabil sebesar 0,04%. Pergerakan nilai tukar mata uang yang fluktuatif ini mencerminkan kompleksitas sentimen pasar dan berbagai faktor ekonomi yang saling berinteraksi.