Dolar AS Menguat, Harga Emas Dunia Anjlok Pasca Keputusan The Fed

Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar dan Isu Perdagangan AS-China

New York – Harga emas dunia mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari Rabu (7/5/2025), tertekan oleh penguatan dolar AS dan sentimen positif terkait potensi peredaan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Penurunan ini terjadi setelah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya.

Pada penutupan perdagangan, harga emas di pasar spot merosot 1,8 persen ke level 3.368,42 dollar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka di Comex New York Exchange juga mengalami penurunan sebesar 0,9 persen, mencapai level 3.391,9 dollar AS per ons.

Penguatan indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,6 persen menjadi faktor utama yang membebani harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas batangan menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga mengurangi daya tarik investasi pada aset safe-haven tersebut.

Kekuatan dolar AS sendiri dipicu oleh keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 5,25-5,50 persen dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Mei 2025. Meskipun keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell terkait prospek ekonomi AS dinilai kurang memuaskan.

Powell menyampaikan kekhawatiran tentang meningkatnya risiko pengangguran dan inflasi di AS, yang menimbulkan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi negara tersebut. The Fed juga menegaskan bahwa mereka tidak dapat bertindak secara pre-emptive mengingat kondisi yang belum jelas.

Menurut Tai Wong, seorang pedagang logam independen, kehati-hatian Powell dalam menyampaikan pesan bahwa The Fed akan "menunggu dan melihat" membuat pasar merasa sedikit kecewa. Namun, Wong juga melihat potensi emas untuk melanjutkan tren penguatannya di masa mendatang.

Selain penguatan dolar AS, penurunan harga emas juga dipengaruhi oleh sentimen positif terkait potensi peredaan perang dagang antara AS dan China. Kedua negara ekonomi terbesar di dunia ini dikabarkan sepakat untuk kembali berdiskusi mengenai isu tarif.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Kepala Negosiator Perdagangan Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Swiss pada akhir pekan ini. Pertemuan ini dipandang sebagai langkah maju yang potensial dalam menyelesaikan ketegangan perdagangan yang telah berlangsung lama.

Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, menyatakan bahwa sebagian besar penurunan harga emas disebabkan oleh berita tentang kesepakatan antara China dan AS untuk membicarakan tarif. Dia juga menilai bahwa pengumuman The Fed tidak terlalu mengejutkan karena sejalan dengan pernyataan Powell sebelumnya.