Perpustakaan Jakarta Perpanjang Jam Operasional, Sambutan Masyarakat Luar Biasa

markdown Perpustakaan Jakarta, yang berlokasi strategis di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, kini membuka pintunya lebih lama bagi para pencinta buku dan ilmu pengetahuan. Inisiatif ini merupakan realisasi dari rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan aksesibilitas fasilitas publik dan mendorong minat baca di kalangan masyarakat.

Uji coba perpanjangan jam operasional ini ternyata mendapatkan sambutan yang sangat positif dari warga Jakarta. Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin, yang berada di lokasi yang sama, kini melayani pengunjung mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Hal ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi mereka yang ingin memanfaatkan fasilitas perpustakaan setelah jam kerja atau kuliah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Saefuloh Hidayat, menjelaskan bahwa Perpustakaan Jakarta menjadi salah satu dari delapan perpustakaan yang dikelola oleh pemerintah provinsi. Pemilihan lokasi ini sebagai pilot project didasarkan pada lokasinya yang strategis dan popularitasnya di kalangan masyarakat. Keberhasilan uji coba di Perpustakaan Jakarta akan menjadi acuan untuk menerapkan kebijakan serupa di perpustakaan umum lainnya di wilayah Jakarta Timur, Selatan, Barat, dan Utara.

"Uji coba telah dimulai sejak 21 April lalu, dan animo masyarakat sangat tinggi. Bahkan pada malam minggu, hampir 600 orang masih berada di perpustakaan hingga pukul 22.00 WIB. Pada malam Senin, jumlahnya juga tidak jauh berbeda, sekitar 500 orang," ungkap Saefuloh.

Perpanjangan jam operasional ini tidak hanya sekadar menambah jam buka, tetapi juga diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan. Pihak pengelola perpustakaan terus berupaya membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. Hal ini mencakup peningkatan fasilitas, penambahan jumlah staf, dan penyesuaian jadwal kerja.

Selama masa uji coba, pihak perpustakaan juga melakukan evaluasi terhadap fasilitas yang ada. Hasilnya menunjukkan bahwa fasilitas yang tersedia sudah cukup memadai untuk melayani pengunjung hingga malam hari. Namun, beberapa penyesuaian tetap diperlukan, terutama terkait pengaturan shift kerja pegawai.

"Petugas harus selalu siap siaga untuk melayani pengunjung hingga pukul 22.00 WIB. Keamanan juga menjadi prioritas utama. Kami ingin memastikan bahwa semua pengunjung merasa nyaman dan aman saat berada di perpustakaan," tegas Saefuloh.

Dengan perpanjangan jam operasional ini, diharapkan Perpustakaan Jakarta dapat menjadi ruang publik yang lebih inklusif dan bermanfaat bagi seluruh warga Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan mendorong minat baca di kalangan masyarakat.