Vatikan Gelar Konklaf Tertutup, Kardinal Mulai Prosesi Pemilihan Paus Pengganti Fransiskus

Kapel Sistina di Vatikan kini menjadi pusat perhatian dunia seiring dimulainya konklaf untuk memilih Paus baru. Prosesi sakral ini diawali dengan penguncian pintu Kapel Sistina, menandai isolasi total para kardinal dari dunia luar.

Sebanyak 133 kardinal dari berbagai penjuru dunia telah memasuki Kapel Sistina, tempat mereka akan menjalankan tugas berat memilih pemimpin baru Gereja Katolik Roma. Pemilihan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan takhta kepausan setelah wafatnya Paus Fransiskus pada tanggal 21 April lalu.

Sebelum memasuki masa isolasi, para kardinal telah mengucapkan sumpah khidmat untuk menjaga kerahasiaan mutlak selama konklaf berlangsung. Uskup Agung Diego Giovanni Ravelli, sebagai Pemimpin Perayaan Liturgi Kepausan, kemudian memberikan perintah Extra Omnes, sebuah deklarasi dalam bahasa Latin yang berarti semua orang, kecuali para kardinal elektor, harus meninggalkan Kapel Sistina.

Guna memastikan kerahasiaan dan mencegah gangguan eksternal, Vatikan mengambil langkah-langkah ketat. Kapel Sistina akan dikunci rapat selama seluruh proses konklaf. Lebih lanjut, pihak berwenang Vatikan berencana menggunakan teknologi pengacak sinyal di sekitar area Kapel Sistina. Langkah ini bertujuan untuk mencegah segala bentuk pengawasan elektronik atau komunikasi rahasia dari luar.

"Para kardinal juga diwajibkan untuk menyerahkan semua perangkat seluler dan perangkat elektronik lainnya sebelum konklaf dimulai. Perangkat tersebut akan dikembalikan setelah konklaf dinyatakan selesai," ungkap seorang juru bicara Vatikan. Langkah ini semakin mempertegas komitmen Vatikan untuk menjaga integritas dan kerahasiaan proses pemilihan Paus.