Puluhan Siswa Sekolah di Bogor Diduga Alami Keracunan Massal Usai Santap Program Makan Bergizi Gratis
Kota Bogor dikejutkan dengan dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa Sekolah Bosowa Bina Insani. Insiden ini terjadi pada hari Rabu (7/5/2025) setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan sekolah.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, merespons cepat kejadian ini dengan menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk segera melakukan investigasi mendalam. Fokus utama pemeriksaan adalah sampel sisa makanan yang dikonsumsi siswa, serta muntahan mereka. Selain itu, Dinkes juga diminta memeriksa kebersihan peralatan makan, termasuk nampan, untuk mencari tahu penyebab pasti keracunan.
"Saya telah menginstruksikan agar persiapan bahan makanan dan proses pengolahan dilakukan secara cermat, memastikan keamanan, kebersihan, dan standar higienis yang tinggi," tegas Dedie Rachim.
Informasi terkini menyebutkan bahwa sebagian siswa yang mengalami gejala keracunan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Sebanyak lima orang memerlukan perawatan intensif dan harus dirawat inap, sementara tujuh siswa lainnya menjalani rawat jalan. Sejumlah 24 siswa melaporkan gejala ringan dan mendapatkan penanganan di sekolah.
Berikut adalah rincian data siswa dan guru yang terdampak:
- Rawat Inap:
- 2 siswa TK Bina Insani
- 3 guru TK Bina Insani
- Rawat Jalan:
- 2 siswa TK Bina Insani
- 5 guru TK Bina Insani
- Keluhan Ringan:
- 5 murid SMP Bina Insani
- 18 guru SMP Bina Insani
- 1 office boy SMP Bina Insani
Sebelumnya, laporan dari lapangan menyebutkan bahwa sejumlah siswa Sekolah Bosowa Insani Mandiri di Tanah Sereal, Kota Bogor, mulai merasakan mual tak lama setelah menyantap menu MBG pada hari Rabu. Salah seorang siswa berinisial MG mengungkapkan bahwa beberapa rekannya mengeluh sakit perut setelah mengonsumsi makanan tersebut.
"Tadi banyak yang sakit perut. Di kelas saya ada empat orang. Terus langsung dibawa ke UKS," ungkap MG kepada media.
Lebih lanjut, MG menuturkan bahwa beberapa menu makanan yang disajikan terasa tidak segar dan memiliki rasa yang aneh. "Makanannya basi, susunya asam," imbuhnya.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan pihak sekolah. Investigasi oleh Dinkes Kota Bogor diharapkan dapat segera mengungkap penyebab keracunan dan memberikan rekomendasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Program Makan Bergizi Gratis, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi siswa, diharapkan dapat dievaluasi kembali agar kualitas dan keamanannya terjamin.