Penyelidikan Kecelakaan Maut Bus ALS di Padang Panjang Dimulai, Polisi Periksa Saksi-Saksi
PADANG PANJANG, SUMATERA BARAT - Pihak kepolisian telah memulai penyelidikan terkait insiden kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang tragis di Padang Panjang, Sumatera Barat, yang mengakibatkan 12 orang kehilangan nyawa. Sebagai langkah awal, empat orang saksi telah dimintai keterangan untuk membantu mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Iptu Jamalludin, mengungkapkan bahwa keempat saksi yang diperiksa terdiri dari seorang kernet bus dan tiga orang penumpang yang selamat dari kejadian nahas itu. "Kami telah memulai proses penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Hingga saat ini, empat orang telah kami mintai keterangan," ujar Iptu Jamalludin.
Lebih lanjut, Iptu Jamalludin menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat mengambil keterangan dari sopir bus ALS berinisial S (49) karena kondisinya yang masih belum sadarkan diri atau koma di rumah sakit. "Sopir bus masih dalam keadaan koma dan belum memungkinkan untuk dimintai keterangan," jelasnya.
Proses penyelidikan akan terus dikembangkan oleh pihak kepolisian. Mereka juga menunggu hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim Korlantas Mabes Polri bersama dengan Ditlantas Polda Sumbar. Iptu Jamalludin menambahkan, "Jika nanti ditemukan adanya unsur pidana dalam kejadian ini, maka akan kami tindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku."
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, kecelakaan tunggal bus ALS dengan nomor polisi B 7512 FGA terjadi di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada hari Selasa (6/5/2025). Akibat kejadian tersebut, 12 orang dilaporkan meninggal dunia dan 23 orang lainnya mengalami luka-luka. Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso, merinci bahwa dari 12 korban meninggal dunia, terdapat enam orang laki-laki (satu di antaranya anak-anak) dan enam orang perempuan (satu di antaranya anak-anak).
Penyebab pasti dari kecelakaan ini masih dalam penyelidikan oleh tim Polda Sumbar. Namun, dugaan sementara mengarah pada hilangnya kendali akibat masalah pada sistem pengereman (rem blong). Bus ALS tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Medan menuju Bekasi melalui wilayah Sumatera Barat.