Luna Maya Jalani Prosesi Siraman Penuh Haru Jelang Pernikahan dengan Maxime Bouttier
Luna Maya Lalui Prosesi Siraman Penuh Makna
Artis Luna Maya telah menyelesaikan rangkaian acara jelang pernikahannya dengan Maxime Bouttier, dimulai dengan prosesi siraman yang berlangsung penuh khidmat dan emosional. Acara ini menjadi momen penting bagi Luna untuk memohon restu dan berpamitan kepada keluarga.
Sebelum prosesi siraman dimulai, Luna Maya terlebih dahulu melakukan sungkeman kepada ibundanya, Desa Maya Waltaurd Maiyer. Suasana haru meliputi ruangan ketika Luna menyampaikan permohonan maaf dan restu kepada sang ibunda. Momen ini menjadi ungkapan rasa terima kasih dan harapan Luna untuk mendapatkan keberkahan dalam menjalani kehidupan barunya.
Prosesi siraman kemudian menjadi puncak acara. Luna tampil anggun dalam balutan kain jumputan berwarna merah muda yang dipadukan dengan roncean melati yang menghiasi rambutnya. Ia melepas sanggulnya, membiarkan rambut panjangnya terurai, menambah kesan natural dan mempesona.
Air yang digunakan dalam siraman ini memiliki makna khusus. Diambil dari tujuh sumber mata air yang berbeda, termasuk dari rumah orang tuanya, Masjid Al-Azhar Jakarta, dan bahkan air zamzam, air ini melambangkan kesucian dan keberkahan. Sebelum prosesi dimulai, Luna memanjatkan doa, memohon kepada Allah SWT agar air tersebut dapat membersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan, serta memberikan rahmat dan keberkahan dalam pernikahannya.
"Ya Allah, jadikanlah air ini air yang memberikan kesucian dan kebersihan dari dosa dan kesalahan. Basuhkanlah hamba dari rahmat dan keberkahanMu," ucap Luna Maya dalam doanya.
Prosesi siraman dilakukan dengan mengguyurkan air dari kepala hingga kaki Luna. Ibunda Luna memulai prosesi ini, diikuti oleh keluarga dan kerabat dekat. Setiap guyuran air melambangkan pembersihan diri dan kesiapan Luna untuk memasuki kehidupan sebagai seorang istri.
Setelah siraman, dilakukan pemotongan rambut sebagai simbol mengakhiri masa lajang. Prosesi ini menjadi penanda bahwa Luna siap meninggalkan kehidupan lamanya dan memulai babak baru bersama Maxime Bouttier.
Sebagai penutup rangkaian acara, Luna Maya menjalani tradisi bopongan. Ia merangkul erat kedua kakak laki-lakinya, Tipi Jabrik dan Ismael Dully, yang kemudian mengangkat tubuhnya. Tradisi ini melambangkan pengantaran terakhir dari keluarga sebelum Luna resmi menjadi seorang istri, serta dukungan dan restu yang diberikan sepenuh hati. Para tamu undangan pun bersorak gembira melihat momen tersebut.
Rangkaian prosesi adat yang sarat makna ini telah selesai dilaksanakan. Luna Maya kini semakin dekat dengan hari bahagianya bersama Maxime Bouttier. Doa dan harapan terbaik terus mengalir dari keluarga, sahabat, dan para penggemar yang menantikan momen bersejarah ini.
"Too happy, gak bisa ber-word-word. Just prayers," ungkap Ayu Dewi, salah satu sahabat Luna Maya yang hadir dalam acara siraman tersebut. Kebahagiaan dan doa menjadi ungkapan yang mewakili perasaan semua orang yang hadir dalam acara tersebut.