Tragedi Kebakaran di Kendari Renggut Nyawa Dua Balita, Dua Kritis

Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dilanda duka mendalam akibat kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Jalan R. Suprapto, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, pada Senin (6/5/2025) siang. Insiden pilu ini merenggut nyawa dua balita dan menyebabkan dua anak lainnya mengalami luka bakar serius.

Api dengan cepat melalap bangunan tersebut, menjebak empat anak balita di dalamnya. Dua korban, AZP (1 tahun) dan ANP (2 tahun), ditemukan dalam kondisi mengenaskan di antara lemari dan tempat tidur di dalam kamar. Tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari menemukan jasad kedua balita tersebut setelah api berhasil dipadamkan.

"Saat kami tiba di lokasi, api sudah membesar. Warga menginformasikan bahwa masih ada penghuni di dalam rumah," ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari, Junaidin Umar. Ia menambahkan bahwa saat kejadian, ibu dari anak-anak tersebut sedang bekerja, sementara anak-anak berada di bawah pengawasan anggota keluarga lainnya.

Dua balita lainnya, AN (2 tahun), saudara kembar dari ANP, dan S (4 tahun) berhasil diselamatkan oleh warga melalui jendela rumah. Keduanya menderita luka bakar parah dan kini tengah menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Bhayangkara Kendari. Kondisi mereka terus dipantau oleh tim medis.

"Memang ada anak kembar perempuan, satu selamat dan satu meninggal dunia," jelas Junaidin, menggambarkan betapa tragisnya peristiwa tersebut.

Jenazah AZP dan ANP telah diserahkan kepada keluarga di Kecamatan Mandonga untuk dimakamkan. Keluarga korban tampak terpukul dan berduka mendalam atas kejadian ini.

Kepolisian Sektor Mandonga tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Kanit Reskrim Polsek Mandonga, Ipda Andry, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengetahui kronologi dan faktor penyebab kebakaran.

Kerugian materi akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp250 juta. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan dua unit mobil pemadam, satu mobil rescue, dan satu ambulans untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di lingkungan padat penduduk. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa instalasi listrik dan tidak meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa.