Jonathan Frizzy Ditetapkan Sebagai Tersangka dalam Kasus Peredaran Vape Ilegal Berisi Etomidate

Aktor Jonathan Frizzy (JF) kini berstatus tersangka dalam kasus peredaran liquid vape ilegal yang mengandung etomidate, sebuah zat keras yang dikategorikan sebagai produk farmasi tanpa izin edar. Penetapan status tersangka ini merupakan babak baru dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Meski berstatus tersangka, Jonathan Frizzy tidak ditahan karena alasan kesehatan. Kasat Resnarkoba AKP Michael Tandayu menjelaskan bahwa yang bersangkutan dikenakan wajib lapor dan diberikan kesempatan untuk pemulihan serta kontrol dokter pascaoperasi. Jonathan Frizzy telah menjalani pemeriksaan intensif selama hampir delapan jam pada hari Senin, 5 Mei 2025, dan dinilai kooperatif selama proses pemeriksaan yang berlangsung dari siang hingga malam.

Kombes Pol Ronald Sipayung, Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, menyatakan bahwa penetapan status tersangka Jonathan Frizzy adalah hasil pengembangan dari penangkapan tiga tersangka sebelumnya, yakni BTR (26), ER (34), dan EDS (37), yang ditangkap pada bulan Maret dan April lalu. Penyelidikan mendalam mengungkap peran Jonathan Frizzy dalam jaringan peredaran liquid vape ilegal ini. Diduga, keterlibatannya tidak hanya sebatas sebagai pembeli.

Menurut keterangan pihak kepolisian, Jonathan Frizzy diduga aktif menghubungi penyedia liquid (EDS), memfasilitasi kurir, dan memantau pengiriman cartridge pod berisi etomidate dari luar negeri. BTR, yang ditangkap di Makassar, diketahui berperan sebagai kurir yang membawa barang haram tersebut dari Malaysia. Sementara itu, ER, yang juga ditangkap di Makassar, diduga sebagai pengendali yang memberikan perintah pengambilan barang dan tergabung dalam grup WhatsApp bernama "Berangkat" bersama EDS dan Jonathan Frizzy. EDS, yang ditangkap di Jakarta, adalah penyedia liquid vape berbahaya tersebut.

Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian. Kemungkinan penahanan terhadap Jonathan Frizzy masih terbuka lebar setelah kondisinya pulih. Polisi juga tengah mendalami peran masing-masing tersangka dalam jaringan distribusi cairan etomidate, yang dikenal memiliki efek anestesi dan berpotensi disalahgunakan.

Etomidate sendiri merupakan obat keras yang seharusnya hanya digunakan dalam lingkungan medis dan di bawah pengawasan ketat tenaga medis profesional. Penyalahgunaan etomidate dapat menimbulkan efek samping serius bahkan mengancam jiwa. Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap seluruh jaringan peredaran liquid vape ilegal ini guna melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.