Program Makan Bergizi Gratis Terancam Kekurangan Dana, BGN Ajukan Tambahan Anggaran Rp 50 Triliun

Badan Gizi Nasional (BGN) menghadapi tantangan pendanaan yang signifikan untuk kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga akhir tahun 2025. Proyeksi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 116,6 triliun untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pagu anggaran yang tersedia saat ini adalah Rp 71 triliun. Dengan demikian, BGN membutuhkan tambahan dana sebesar Rp 50 triliun untuk memastikan program MBG dapat berjalan sesuai rencana hingga akhir tahun. Permintaan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta.

Dadan menjelaskan, perhitungan kebutuhan anggaran didasarkan pada mekanisme yang telah direncanakan untuk memberikan pelayanan kepada seluruh penerima manfaat. Tambahan Rp 50 triliun tersebut dianggap cukup untuk menutup kekurangan dan menjamin keberlangsungan program hingga Desember.

Saat ini, realisasi anggaran BGN masih tergolong rendah, yaitu sebesar Rp 2,386 triliun atau 3,36% dari total anggaran Rp 71 triliun. Penyerapan anggaran belanja pegawai baru mencapai 0,1% atau Rp 386,87 juta dari pagu awal Rp 3,52 miliar. Sementara itu, realisasi belanja barang mencapai 4,16% atau Rp 2,38 triliun dari pagu awal Rp 57,35 triliun.

Lambatnya penyerapan anggaran belanja pegawai disebabkan oleh belum diterimanya gaji oleh seluruh struktural BGN. Dana yang telah dikeluarkan baru dialokasikan untuk Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, ahli gizi, dan akuntan. Diharapkan, pencairan gaji bagi seluruh pegawai BGN dapat dilakukan dalam waktu dekat, sehingga meningkatkan penyerapan anggaran secara keseluruhan.

BGN menargetkan peningkatan penyerapan anggaran secara bertahap. Proyeksi penyerapan anggaran yang ditargetkan:

  • Juni: Rp 4,7 triliun
  • Juli: Rp 16 triliun
  • Agustus: Rp 28 triliun
  • September: Rp 51 triliun
  • Oktober: Rp 60 triliun
  • November: Rp 88 triliun
  • Desember: Rp 116 triliun

Dengan target tersebut, BGN optimis dapat memaksimalkan penyerapan anggaran dan memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.