Gubernur Banten Berkomitmen Hapus Praktik Titip Menitip di Penerimaan Siswa Baru
Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan komitmennya untuk memberantas praktik titip menitip dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK dan SKH yang akan dilaksanakan pada Juni 2025. Penegasan ini disampaikan sebagai upaya untuk memastikan keberhasilan program Sekolah Gratis yang telah diluncurkan.
Andra Soni menyampaikan keprihatinannya bahwa praktik kecurangan seperti titip menitip dapat menggagalkan tujuan mulia program sekolah gratis, yaitu pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh warga Banten. Ia menyerukan kepada seluruh pihak terkait, terutama para kepala sekolah, untuk tidak terpengaruh oleh intervensi dari pihak manapun, termasuk dirinya sebagai Gubernur. Ia menyadari bahwa sikapnya ini mungkin tidak populer di kalangan tertentu, namun ia yakin bahwa dukungan sejati akan terwujud dengan menghargai upaya penegakan integritas dalam sistem pendidikan.
"Sekolah adalah lembaga pendidikan, bukan arena bisnis untuk mencari keuntungan dari praktik-praktik tidak jujur seperti menerima suap melalui titip menitip calon siswa. Sekolah adalah tempat pengabdian, tempat mendedikasikan diri untuk membina anak-anak yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa. Mari bersama-sama menjaga integritas kita," tegas Andra saat menyampaikan pesan tersebut di Pendopo Gubernur Banten.
Gubernur Andra Soni menekankan bahwa kemajuan dan keadilan di Banten hanya dapat terwujud jika seluruh warga memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan dalam pembangunan dan penyediaan fasilitas bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. Menurutnya, semua itu dapat tercapai asalkan praktik korupsi dapat dihilangkan, karena titip menitip adalah akar dari tindakan korupsi dan kecurangan.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Banten telah meluncurkan program sekolah gratis yang mencakup 811 SMA/SMK dan SKH swasta. Program ini meliputi 235 SMA swasta, 520 SMK swasta, dan 56 SKH swasta. Pemprov Banten memperkirakan bahwa sekitar 85.995 siswa kelas 10 akan merasakan manfaat dari program sekolah gratis ini.