IHSG Beranjak Naik, Rupiah Tertekan di Tengah Penantian Keputusan The Fed

markdown Pada pembukaan perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal positif dengan bergerak di zona hijau. Namun, di sisi lain, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mengalami tekanan di pasar spot.

Pergerakan IHSG dan Analisis Pasar Modal

Pukul 09.02 WIB, IHSG berada di posisi 6.867,58, mencerminkan kenaikan sebesar 35,63 poin atau 0,52% dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 6.831,95. Data perdagangan menunjukkan bahwa 232 saham mengalami kenaikan, sementara 114 saham terkoreksi. Sebanyak 225 saham lainnya terpantau stagnan. Total nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 527,66 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 734,61 juta saham.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menyoroti bahwa pasar saat ini sedang menanti hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dijadwalkan pada 8 Mei 2025. Proyeksi saat ini menunjukkan bahwa The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level 4,23-4,5%. Demus juga menyinggung tekanan yang mungkin dihadapi Ketua The Fed, Jerome Powell, dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan suku bunga.

Dari sudut pandang analisis teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas melihat potensi penguatan terbatas pada IHSG dengan level support di 6.780 dan resistance di 6.915.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa IHSG semakin mendekati resisten fraktal di level 6.908. Dia memperkirakan bahwa level ini akan menjadi indikasi kelanjutan tren naik setelah koreksi selesai terbentuk. Rosanova menyebutkan level support IHSG berada di 6.765, 6.708, 6.640, dan 6.585, sementara level resistennya berada di 6.908, 7.041, dan 7.174. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish pada pergerakan IHSG.

Kondisi Pasar Asia

Bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang beragam. Strait Times tercatat turun 0,02% (0,73 poin) di level 3.852,33. Shanghai Composite mengalami kenaikan sebesar 0,51% (16,78 poin) di level 3.29,81. Nikkei 225 terpantau stagnan di level 36.830,69, sementara Hang Seng naik 0,46% (102,57 poin) di level 22.607,25.

Pelemahan Rupiah dan Sentimen Pasar

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS di pasar spot pagi ini mengalami pelemahan. Data dari Bloomberg menunjukkan bahwa pada pukul 09.11 WIB, Rupiah berada pada level Rp 16.490 per Dolar AS, melemah 35,5 poin (0,22%) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp 16.454,5 per Dolar AS.

Ariston Tjendra, Pengamat Pasar Uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, menjelaskan bahwa pasar sedang menantikan pengumuman kebijakan moneter terbaru dari bank sentral AS (Federal Reserve) pada Kamis dinihari. Ketidakpastian meningkat seputar keputusan The Fed, terutama setelah kontroversi terkait intervensi Trump terhadap bank sentral dan kebijakan tarif AS yang baru.

Menurut Ariston, ketidakpastian ini berpotensi memicu pelaku pasar untuk keluar dari aset berisiko dan beralih ke aset yang lebih aman, yang pada gilirannya dapat memperkuat nilai Dolar AS dan harga emas. Dia memperkirakan Rupiah berpotensi melemah terhadap Dolar AS dengan potensi pelemahan menuju level 16.550 dan support di sekitar 16.400.