Sekolah Rakyat Dipadati Pendaftar: Lebih dari 5.000 Calon Siswa Berebut Kursi

Antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat besutan Kementerian Sosial (Kemensos) menunjukkan tren positif. Hingga awal Mei, tercatat lebih dari 5.000 calon siswa telah mendaftar untuk mengikuti program pendidikan yang menyasar kelompok masyarakat rentan ini.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa tingginya angka pendaftaran ini menjadi indikasi kebutuhan yang besar akan akses pendidikan yang berkualitas bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. "Antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat sangat tinggi," ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya.

Kemensos sendiri telah menyiapkan mekanisme seleksi yang ketat untuk memastikan bahwa program ini tepat sasaran. Prioritas utama diberikan kepada calon siswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan, yang terdata dalam desil 1 atau desil 2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). "Jadi miskin ekstrem atau miskin tapi di desil satu. Kalau itu sudah enggak ada, baru nanti di desil dua. Tapi sementara ini miskin ekstrem," tegas Gus Ipul.

Proses pendaftaran Sekolah Rakyat dilakukan secara partisipatif, dengan membuka 53 titik lokasi pendaftaran yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, Kemensos juga menerjunkan para pendamping sosial untuk melakukan penjangkauan aktif di daerah-daerah, guna menjangkau calon siswa yang mungkin kesulitan mengakses informasi atau lokasi pendaftaran.

Setelah proses pendaftaran, berkas administrasi calon siswa akan diverifikasi secara cermat, terutama untuk memastikan kesesuaian data dengan status desil yang bersangkutan. Tim dari Kemensos juga akan melakukan kunjungan rumah dan wawancara langsung dengan calon siswa dan orang tua mereka, untuk memvalidasi data yang telah diperoleh dan memahami kondisi keluarga secara lebih mendalam.

"Untuk memastikan data yang kita miliki sama dengan di lapangan. Lalu setelah itu, baru nanti naik ke tes kesehatan. Setelah tes kesehatan selesai, baru nanti kita minta komitmen orangtua," jelas Gus Ipul. Komitmen dari orang tua dinilai penting untuk memastikan dukungan penuh terhadap proses belajar anak-anak mereka.

Sekolah Rakyat direncanakan mulai beroperasi pada bulan Juli 2025, dengan memanfaatkan berbagai aset yang dimiliki oleh Kemensos, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Pada tahap awal, program ini akan beroperasi di 53 lokasi, dengan total 131 rombongan belajar (rombel), yang masing-masing terdiri dari 25 siswa.

Komposisi rombel akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, meliputi:

  • 1 rombel jenjang Sekolah Dasar (SD)
  • 63 rombel jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • 67 rombel jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)

Secara keseluruhan, sebanyak 3.275 siswa akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program Sekolah Rakyat pada tahap awal ini. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih masa depan yang lebih cerah.