Penurunan Performa Baterai Mobil Listrik: Dampaknya Bagi Pengguna

Mobil listrik semakin populer sebagai alternatif transportasi yang ramah lingkungan dan efisien. Namun, seperti halnya teknologi baterai pada perangkat elektronik lainnya, baterai mobil listrik juga mengalami penurunan performa seiring waktu dan penggunaan. Penurunan ini menjadi perhatian utama bagi para pemilik kendaraan listrik, karena berpengaruh langsung pada jarak tempuh dan pengalaman berkendara.

Penurunan performa baterai, atau yang sering disebut state of health (SOH) yang menurun, terjadi ketika kapasitas penyimpanan energi baterai berkurang secara signifikan. Dengan kata lain, baterai tidak lagi mampu menyimpan daya sebanyak saat masih baru. Menurut Lin Wenxiang, Manajer Penjualan dan Pemasaran PT Gotion Indonesia Materials, baterai dianggap mulai mengalami penurunan performa ketika SOH-nya berada di bawah 80 persen. Kondisi ini dianalogikan dengan penurunan performa baterai pada telepon seluler.

Alim menjelaskan bahwa penurunan SOH baterai mobil listrik di bawah 80% diibaratkan dengan penurunan daya tahan baterai ponsel. Jika baterai ponsel baru dapat digunakan seharian penuh setelah diisi daya penuh, maka baterai dengan SOH di bawah 80% mungkin hanya bertahan setengah hari dengan penggunaan yang sama. Namun, penurunan ini diklaim tidak mempengaruhi performa akselerasi maupun kecepatan tertinggi kendaraan. Dampak utama dari penurunan performa baterai adalah pengurangan jarak tempuh yang dapat dicapai dengan sekali pengisian daya.

PT Gotion Indonesia Materials sendiri merupakan produsen baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) dan NCM (Nickel Cobalt Manganese), serta komponen terkait seperti sel baterai, battery pack, sistem manajemen baterai (BMS), dan unit penyimpanan energi. Produk-produk mereka digunakan secara luas pada berbagai jenis kendaraan listrik, mulai dari mobil penumpang, kendaraan komersial, kendaraan khusus, hingga alat berat dan kendaraan roda dua. Dengan pabrik yang berlokasi di Cikarang dan Bogor, Gotion memiliki tim teknis dan R&D lokal untuk memberikan dukungan teknis yang efisien kepada para konsumen.

Gotion memiliki dua pabrik di Indonesia yang berlokasi di Cikarang dan Bogor. Pabrik di Cikarang baru beroperasi pada tahun 2024, sedangkan pabrik di Bogor telah beroperasi sejak tahun 2023. Keberadaan pabrik lokal ini memungkinkan Gotion untuk memberikan dukungan teknis dan layanan purna jual yang lebih efisien kepada para pelanggan di Indonesia.

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai baterai mobil listrik:

  • Penurunan Performa: Baterai mobil listrik mengalami penurunan performa seiring waktu.
  • State of Health (SOH): Indikator yang menunjukkan kondisi kesehatan baterai.
  • Dampak: Pengurangan jarak tempuh.
  • Jenis Baterai: LFP dan NCM adalah jenis baterai yang umum digunakan pada mobil listrik.
  • PT Gotion Indonesia Materials: Produsen baterai lokal yang mendukung industri kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan pemahaman yang baik mengenai karakteristik dan perawatan baterai mobil listrik, pemilik kendaraan dapat memaksimalkan umur pakai baterai dan menikmati pengalaman berkendara yang optimal.