Singapura Tarik Suplemen Herbal 'CuraLin' karena Mengandung Obat Keras, Berpotensi Bahayakan Kesehatan
Otoritas Kesehatan Singapura (HSA) mengambil tindakan tegas dengan menarik peredaran suplemen herbal yang dipasarkan dengan nama 'CuraLin Advanced Glucose Support'. Langkah ini diambil setelah ditemukan kandungan obat antidiabetes keras yang seharusnya hanya bisa didapatkan melalui resep dokter.
Siaran pers resmi dari HSA menyebutkan bahwa penarikan dilakukan menyusul hasil pengujian rutin yang menemukan keberadaan glibenclamide dan metformin dalam produk yang diklaim sebagai suplemen herbal tradisional tersebut. Kedua zat tersebut merupakan obat keras yang lazim digunakan dalam penanganan diabetes mellitus, dan penggunaannya harus berada di bawah pengawasan ketat tenaga medis.
LYC Nutrihealth, perusahaan pengimpor suplemen tersebut, telah diperintahkan untuk menghentikan seluruh penjualan dan menarik dua kelompok produk yang terindikasi bermasalah. Kedua kelompok tersebut adalah:
- Kelompok 2023-19650
- Kelompok 2023-19651
Keduanya memiliki tanggal kedaluwarsa September 2026. Proses penarikan saat ini masih berlangsung. Suplemen ini diimpor dari Amerika Serikat dan dipasok secara lokal. HSA menekankan bahaya penggunaan glibenclamide dan metformin tanpa pengawasan medis, yang dapat memicu penurunan kadar glukosa darah secara drastis, berujung pada kejang dan bahkan koma. Efek samping lain yang mungkin timbul meliputi mual, muntah, diare, dan penyakit kuning kolestatik, kondisi yang disebabkan oleh gangguan aliran empedu.
Metformin juga berpotensi menyebabkan asidosis laktat, yaitu penumpukan asam berbahaya dalam darah yang dapat mengancam jiwa. Bagi pasien diabetes yang mengonsumsi suplemen ini bersamaan dengan obat antidiabetes yang diresepkan dokter, risiko overdosis menjadi semakin tinggi akibat efek aditif dari kedua jenis obat tersebut.
Suplemen CuraLin dipasarkan dengan berbagai klaim manfaat, termasuk membantu menjaga kadar glukosa darah yang sehat, meningkatkan energi, serta mendukung metabolisme karbohidrat dan lemak. Produk ini dijual melalui berbagai saluran, termasuk platform e-commerce populer seperti Shopee dan Lazada. HSA telah berkoordinasi dengan pihak administrator platform e-commerce untuk menghapus daftar produk yang terdampak. Seluruh penjual dan pemasok diwajibkan untuk segera menghentikan penjualan produk tersebut.
Konsumen yang telah mengonsumsi produk ini diimbau untuk segera menghentikannya. Bagi mereka yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi suplemen ini, terutama jika menderita diabetes atau sedang mengonsumsi obat antidiabetes lain, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. HSA memperingatkan bahwa kemungkinan terdapat kelompok atau varian lain dari 'CuraLin advanced glucose support' yang masih beredar di pasaran. Konsumen diimbau untuk tidak membeli atau mengonsumsi produk ini jika merasa ragu.
Untuk pengembalian produk yang terdampak, konsumen dapat menghubungi pengecer atau penjual tempat mereka membeli produk tersebut. HSA menegaskan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan hukum tegas terhadap siapa pun yang menjual dan memasok produk yang terbukti mengandung bahan-bahan berbahaya. Pelanggar dapat dijerat hukuman penjara hingga dua tahun dan/atau denda hingga SGD 10.000.