Vatikan Terapkan Penonaktifan Sinyal Seluler Jelang Konklaf Pemilihan Paus
Menjelang pelaksanaan konklaf untuk memilih Paus baru, Vatikan mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan seluruh transmisi sinyal telepon seluler di wilayahnya. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari Rabu, 7 Mei, pukul 15.00 waktu setempat, dan akan terus berlangsung hingga terpilihnya pemimpin baru Gereja Katolik. Pengumuman ini disampaikan oleh Vatikan pada hari Selasa (6/5/2025).
Menurut keterangan resmi, penonaktifan sinyal seluler ini bertujuan untuk menjaga kerahasiaan proses pemilihan Paus. Prosedur ini menjadi tradisi yang sangat dihormati dalam Gereja Katolik, dimana para kardinal pemilih berkumpul dalam suasana sakral dan tertutup untuk menentukan pengganti Paus yang wafat. Vatikan ingin memastikan tidak ada gangguan atau kebocoran informasi selama proses krusial ini berlangsung. Juru Bicara Vatikan, Matteo Bruni, menegaskan bahwa penonaktifan ini tidak akan mempengaruhi Lapangan Santo Petrus, area publik di mana ribuan umat diperkirakan akan berkumpul untuk mengikuti perkembangan pemilihan Paus.
Lebih dari 133 kardinal dari berbagai penjuru dunia akan berpartisipasi dalam konklaf yang diadakan di Kapel Sistina. Mereka akan memberikan suara secara rahasia untuk memilih pemimpin baru bagi sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia. Proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh pertimbangan spiritual, mengingat pentingnya peran Paus dalam memimpin Gereja Katolik.
Para kardinal yang memasuki area konklaf juga diwajibkan untuk meninggalkan perangkat komunikasi mereka, termasuk telepon genggam. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kerahasiaan dan integritas proses pemilihan. Dengan tidak adanya akses ke dunia luar, para kardinal diharapkan dapat fokus sepenuhnya pada tugas memilih Paus baru.
Posisi pemimpin tertinggi Gereja Katolik saat ini kosong setelah Paus Fransiskus wafat pada tanggal 21 April. Jenazahnya dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma pada tanggal 26 April. Sesuai dengan tradisi, Vatikan menjalani masa berkabung selama sembilan hari setelah kematian Paus, sebelum akhirnya memulai proses konklaf untuk memilih penggantinya.
Penonaktifan sinyal seluler selama konklaf adalah langkah yang diambil untuk melindungi kerahasiaan dan kesakralan proses pemilihan Paus. Dengan memastikan tidak ada gangguan eksternal, Vatikan berharap para kardinal dapat membuat keputusan yang terbaik bagi Gereja Katolik dan seluruh umatnya.