Insiden di Tol Gempol-Pandaan: Truk Pengangkut Amunisi Terbakar, Personel TNI Jadi Korban
Sebuah insiden serius terjadi di ruas jalan Tol Gempol-Pandaan, Jawa Timur, pada Senin (5/5) malam, ketika sebuah truk yang mengangkut amunisi milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengalami kebakaran. Akibat kejadian ini, dua anggota TNI dilaporkan menjadi korban dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menurut informasi yang dihimpun, salah satu korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut. Sementara itu, seorang anggota TNI lainnya dikabarkan telah dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik. Suasana di depan kamar jenazah rumah sakit terlihat dipenuhi oleh sejumlah anggota TNI, menunjukkan keseriusan dan perhatian terhadap insiden yang menimpa rekan-rekan mereka.
Seorang perawat IGD yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya dua anggota TNI yang dievakuasi ke rumah sakit tersebut. "Benar, ada dua anggota TNI yang dibawa ke sini. Satu mengalami patah tulang kaki kanan, sementara satu lainnya meninggal dunia," ungkap perawat tersebut kepada awak media.
Sayangnya, pihak medis di IGD RS Pusdik Bhayangkara Porong belum dapat memberikan informasi lebih detail mengenai identitas kedua korban, baik yang masih dalam perawatan maupun yang meninggal dunia. Proses identifikasi dan koordinasi lebih lanjut masih terus dilakukan.
Insiden kebakaran truk tersebut terjadi sekitar pukul 22.40 WIB. Beberapa saksi mata melaporkan adanya ledakan yang terjadi saat truk dilalap api, menambah kepanikan dan potensi bahaya di lokasi kejadian. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Iwan Saktiadi, membenarkan peristiwa terbakarnya truk di Tol Gempol-Pandaan, tepatnya di antara kilometer 772 dan 774. Ia juga mengkonfirmasi bahwa truk tersebut membawa muatan amunisi milik TNI.
"Informasi awal yang kami terima memang demikian (muat amunisi). Anggota kami dari Patroli Jalan Raya (PJR), Polres Pasuruan, dan Sidoarjo sedang berupaya mengendalikan arus lalu lintas dan mengalihkan arus keluar tol untuk menghindari lokasi kejadian," jelas Kombes Pol Iwan Saktiadi saat dikonfirmasi. Upaya pengalihan arus lalu lintas ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan yang lebih parah dan meminimalisir potensi risiko bagi pengguna jalan lainnya. Investigasi lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran truk pengangkut amunisi ini masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.