Rangers App: Sinergi Energi Geothermal dan Aplikasi Desa untuk Kemajuan Masyarakat Kamojang

Di pelosok Kabupaten Bandung, sebuah inovasi digital bernama Rangers App lahir, membawa angin segar bagi masyarakat Kamojang. Aplikasi multi-layanan ini, yang digagas oleh warga lokal, kini mendapatkan dukungan signifikan dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), membuka jalan bagi kemandirian energi dan peningkatan kesejahteraan.

Dukungan PGE Mendorong Mobilitas Ramah Lingkungan

PGE memberikan dukungan berupa 16 unit motor listrik GESITS dan pembangunan Geothermal Battery Swapping Station (BSS). Langkah ini memastikan pasokan energi bersih untuk operasional Rangers App, khususnya bagi para pengemudi yang kini dapat mengisi ulang kendaraan mereka tanpa menghasilkan emisi karbon. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen PGE untuk menjadi perusahaan energi hijau kelas dunia, sekaligus mendukung transisi energi nasional dan pengurangan emisi karbon.

Corporate Secretary PGE, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan wujud sinergi antara teknologi, energi bersih, dan pemberdayaan masyarakat. Rangers App, menurutnya, adalah contoh nyata bagaimana inovasi lokal dapat didorong melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Rangers App: Solusi Digital Komprehensif untuk Masyarakat Desa

Rangers App bermula dari respons terhadap tantangan yang dihadapi warga Kamojang saat pandemi Covid-19. Keterbatasan akses transportasi, jarak yang cukup jauh ke kota terdekat (sekitar 25 kilometer), dan minimnya lapangan kerja mendorong Hendri Wahyudi untuk menciptakan solusi. Pada tahun 2018, ia memulai layanan ojek berbasis WhatsApp, yang kemudian berkembang menjadi aplikasi multi-layanan yang dapat diunduh di Play Store.

Kini, Rangers App menawarkan berbagai fitur, meliputi:

  • Layanan transportasi: Ojek daring yang menghubungkan warga desa.
  • Pemesanan makanan: Memudahkan akses ke kuliner lokal.
  • Layanan kurir: Memperlancar pengiriman barang antar warga dan UMKM.
  • Produk UMKM: Mempromosikan dan menjual produk-produk lokal.
  • Edukasi dan layanan kesehatan: Memberikan akses informasi dan layanan penting.

Hendri, CEO Rangers App, menjelaskan bahwa visinya adalah menjadikan aplikasi ini sebagai solusi komprehensif bagi kebutuhan masyarakat desa, bukan hanya sekadar layanan transportasi.

Inovasi Pengelolaan Sampah dan Dampak Sosial yang Signifikan

Rangers App juga mengintegrasikan fitur inovatif bernama Kumpulin.id, yang memungkinkan warga untuk mengonversi sampah anorganik menjadi saldo uang elektronik. Hingga saat ini, lebih dari 3.100 kilogram sampah telah dikumpulkan dan dikonversi menjadi saldo senilai Rp6,3 juta, menunjukkan dampak positif terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Sebuah riset Social Return on Investment (SROI) dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa setiap satu rupiah yang diinvestasikan dalam Rangers App menghasilkan manfaat sosial lebih dari tiga kali lipat (nilai SROI 3,07). Manfaat praktis juga dirasakan langsung oleh warga, seperti waktu tempuh Kamojang ke Kota Bandung yang terpangkas menjadi hanya satu setengah jam.

Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencatat nilai 95,67 persen dari mitra dan pengguna, menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap layanan Rangers App.

Kontribusi pada Lingkungan dan Pengakuan PROPER Emas

Inisiatif PGE melalui dukungan terhadap Rangers App juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebesar 48 ton CO2 per tahun. Hal ini sekaligus memperkuat pencapaian PROPER Emas yang telah diraih Area Kamojang selama 14 tahun berturut-turut, sebuah bukti komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Salah satu pengemudi Rangers App, Prialdi, mengungkapkan kebanggaannya sebagai masyarakat pedesaan yang mampu menghadirkan solusi digital yang relevan dan berdampak. Ia menekankan bahwa desa juga memiliki potensi untuk menjadi pusat inovasi.

Ke depan, PGE berharap kolaborasi serupa dapat direplikasi di wilayah operasional lainnya, dengan tujuan menghadirkan energi bersih yang memicu perubahan sosial berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.