Dudung Abdurachman Serukan Persatuan Usai Ketegangan antara Hercules dan Gatot Nurmantyo

Jakarta - Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional, menyampaikan imbauan penting terkait situasi yang melibatkan pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya, Hercules, dan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Seruan ini muncul sebagai respons terhadap ketegangan yang terjadi akibat pernyataan Hercules yang dianggap merendahkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.

Dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (5/5/2024), Dudung Abdurachman menekankan pentingnya menahan diri dan menghindari saling menjatuhkan antar pihak. Ia menyatakan bahwa setiap elemen bangsa memiliki peran penting dalam pembangunan negara. Dudung juga menambahkan, bangsa ini akan lebih baik jika semua pihak bersinergi dan membangun bangsa.

"Saya sempat melihat adanya dinamika yang melibatkan ormas-ormas. Menurut saya, kita semua perlu menahan diri. Hindari saling menjelekkan," ujar Dudung.

Lebih lanjut, Dudung menjelaskan bahwa baik Hercules maupun Gatot Nurmantyo memiliki kontribusi masing-masing dalam memajukan bangsa. Ia mengajak kedua tokoh tersebut untuk meredam emosi dan mengedepankan sinergi demi kepentingan yang lebih besar.

"Mereka memiliki peran masing-masing dalam membangun bangsa. Soal berjasa atau tidak, semua rakyat Indonesia memiliki jasa bagi bangsa ini. Karena itu, saya rasa penting untuk meredam situasi ini. Kita semua sudah dewasa, mari bersinergi," imbuhnya.

Sebelumnya, Hercules telah menyampaikan permintaan maaf kepada Letjen TNI Purnawirawan Sutiyoso atas ucapan yang dianggap merendahkan. Sutiyoso pun telah menerima permintaan maaf tersebut.

"Saya menghormati kesadaran Hercules untuk meminta maaf. Saya adalah orang tua yang telah lama mengabdi kepada negara, baik di pemerintahan sipil maupun di TNI. Jika ada yang meminta maaf, tentu saya terima," kata Sutiyoso.

Sutiyoso juga menyarankan agar Hercules menyampaikan permintaan maaf kepada Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo.

Dudung Abdurachman berharap imbauannya dapat menjadi momentum untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan.