Samsung Tingkatkan Inklusi Keuangan dengan Solusi Keamanan Digital Terintegrasi untuk Sektor B2B

Di era digital yang terus berkembang, sistem pembayaran digital telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia. Peningkatan akses internet dan penetrasi smartphone yang signifikan telah mendorong adopsi sistem pembayaran digital, terutama melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam penggunaan QRIS. Pada triwulan I 2025, tercatat 56,3 juta pengguna QRIS, dengan volume transaksi mencapai 2,6 miliar transaksi, atau tumbuh sebesar 169,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp 262,1 triliun, mencerminkan dampak signifikan QRIS terhadap perekonomian digital Indonesia.

Namun, Haryo Teguh Putranto, Head of Key Account Management Integrated B2B Samsung Electronics Indonesia, menyoroti bahwa distribusi pengguna QRIS belum merata. Sebagian besar (merchant) QRIS masih terkonsentrasi di Jawa (65%), diikuti Sumatera (18%), Kalimantan dan Sulawesi (masing-masing 12%), serta Maluku dan Papua dengan persentase yang lebih kecil. Hal ini menunjukkan adanya potensi besar untuk memperluas jaringan QRIS di seluruh Indonesia.

Samsung Indonesia berkomitmen untuk mendukung pemerataan inklusi keuangan melalui kerja sama dengan sektor privat dan publik. Perusahaan menawarkan ekosistem solusi teknologi yang komprehensif dan terintegrasi, termasuk produk B2B (smartphone, tablet, wearable), platform teknologi seluler Samsung Knox Suite, dan layanan purna jual yang andal.

Sistem Keamanan Canggih untuk Transaksi Digital yang Aman

Samsung memahami bahwa keamanan data menjadi prioritas utama dalam era transaksi digital. Perusahaan menawarkan solusi keamanan canggih melalui Knox Vault, sistem keamanan pada level hardware yang dirancang untuk melindungi data sensitif pengguna, seperti kredensial login, kata sandi, data biometrik, dan informasi penting lainnya. Knox Vault menggunakan chipset khusus untuk mengamankan data dari potensi ancaman.

Selain Knox Vault, pengguna smartphone Samsung juga dapat mengaktifkan Secure Folder untuk memberikan lapisan keamanan tambahan pada data pribadi mereka. Fitur ini sangat berguna dalam tren bring your own device (BYOD), di mana karyawan menggunakan perangkat pribadi untuk pekerjaan kantor.

Transformasi Digital Terintegrasi untuk Efisiensi dan Kinerja

Samsung menekankan bahwa transformasi digital bukan hanya tentang mengganti perangkat lama atau membuat aplikasi canggih. Transformasi digital yang efektif melibatkan kemampuan untuk mengelola dan mengontrol seluruh perangkat digital di lingkungan kerja secara terintegrasi. Samsung menawarkan solusi seperti Samsung B2B Integrated Offering & Link untuk mendukung transformasi digital yang terintegrasi.

Melalui Samsung Knox Suite, pengguna dapat mengelola dan mengontrol perangkat dengan aman, serta menyederhanakan tata kelola di lingkungan kerja. Untuk solusi tampilan, Samsung MagicInfo memungkinkan pengguna mengatur dan mengelola tampilan konten secara terpusat. Samsung juga menawarkan SmartThings untuk sektor home appliance, yang memungkinkan pengelolaan perangkat rumah pintar secara terintegrasi. Ke depan, Samsung akan meluncurkan SmartThings Pro untuk pengelolaan perangkat di gedung atau perumahan yang lebih efisien.

Dukungan untuk Inklusi Keuangan di Daerah 3T

Samsung juga berperan aktif dalam mempercepat inklusi keuangan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui kerja sama dengan perbankan. Samsung menyediakan Galaxy A Series Enterprise Edition yang dirancang untuk mendukung operasional agen lapangan. Perangkat ini dilengkapi dengan Samsung Knox Suite dan fitur pelacakan jika hilang atau dicuri, sehingga memberikan keamanan dan efisiensi dalam operasional.

Dengan berbagai solusi dan layanan yang ditawarkan, Samsung berkomitmen untuk mendukung inklusi keuangan, transformasi digital, dan keamanan data di Indonesia.