Simbol Toleransi: Biksu Thudong dari Bangkok Beristirahat di Gereja Kendal

KENDAL, JAWA TENGAH - Sebuah pemandangan yang mencerminkan indahnya toleransi antar umat beragama terukir di Kendal, Jawa Tengah. Sebanyak 36 biksu yang tengah menjalankan ritual Thudong, perjalanan spiritual jalan kaki dari Bangkok menuju Candi Borobudur, mendapatkan sambutan hangat dan fasilitas penginapan dari Gereja Santo Antonius Padua, Senin (5/5/2025). Kedatangan para biksu ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan menghormati.

Pastor Kepala Gereja Santo Antonius Padua Kendal, Romo Yohanes Wegik Heri Purnomo, menyambut langsung kedatangan rombongan biksu tersebut. Beliau menyatakan kegembiraannya atas kunjungan ini, yang bukan pertama kalinya terjadi. Dua tahun sebelumnya, pada tahun 2023, para biksu Thudong juga pernah singgah dan beristirahat di gereja ini dalam perjalanan mereka menuju Borobudur.

"Ini adalah bentuk nyata dari tenggang rasa antar umat beragama, budaya, dan bahasa," ujar Romo Wegik, menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan saling pengertian di tengah perbedaan. Pihak gereja menyediakan berbagai fasilitas bagi para biksu, termasuk tempat tidur yang nyaman, kamar mandi yang bersih, tempat mencuci pakaian, serta hidangan makanan yang bergizi. Bantuan ini diberikan tanpa memandang perbedaan keyakinan, melainkan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama manusia yang sedang menjalankan ibadah.

Prabudias, selaku penanggung jawab perjalanan Thudong, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keramahan dan bantuan yang diberikan oleh pihak gereja. Ia mengungkapkan bahwa ini adalah kali kedua rombongannya mendapatkan sambutan hangat dari Gereja Santo Antonius Padua Kendal. Prabudias menambahkan bahwa setelah beristirahat semalam di gereja, para biksu akan melanjutkan perjalanan mereka menuju Semarang. Di sana, mereka akan disambut oleh komunitas pesantren budaya yang berlokasi di Jalan Lingkar Kaliwungu, menambah deretan simpul toleransi dalam perjalanan spiritual ini.

Sebelum tiba di pusat kota Kendal dan beristirahat di gereja, para biksu telah melewati Weleri, Kendal, pada Senin pagi. Perjalanan panjang ini merupakan bagian dari ritual Thudong yang membutuhkan ketahanan fisik dan mental. Namun, keramahan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Gereja Santo Antonius Padua Kendal, memberikan semangat baru bagi para biksu untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju Candi Borobudur.