Penjualan Terbuka Tramadol Marak di Kawasan Tanah Abang, Diduga Dijajakan pada Pengendara

Aktivitas penjualan obat keras jenis tramadol secara terang-terangan terpantau marak di kawasan Jalan KS Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurut pantauan di lokasi, sejumlah individu menawarkan obat-obatan tersebut kepada pengendara yang melintas dan memperlambat laju kendaraannya di sepanjang sisi kiri Jalan KS Tubun. Praktik ini terlihat jelas di dekat Museum Tekstil, di mana seorang pria berkaus abu-abu tampak menawarkan tramadol kepada pengendara yang melintas.

Selain pria tersebut, terdapat sejumlah orang lain yang diduga kuat terlibat dalam penjualan tramadol secara terbuka. Mereka bahkan tak segan memperlihatkan obat-obatan tersebut dan melambaikan tangan, seolah mengajak para pengguna jalan untuk membeli. Sementara itu, seorang pria yang duduk di kursi plastik tampak mengawasi aktivitas para penjual tramadol tersebut.

Penjualan tramadol ini dilakukan di trotoar Jalan KS Tubun, berdampingan dengan pedagang barang bekas dan pedagang kaki lima yang menjual minuman. Praktik ini terjadi di area yang menghubungkan Pasar Tanah Abang dengan Jalan KS Tubun, yang juga merupakan akses utama menuju Museum Tekstil Jakarta.

Ketika dihampiri, seorang penjual tramadol menawarkan satu strip obat tersebut dengan harga Rp 35.000. Transaksi dilakukan secara terbuka tanpa menghiraukan pejalan kaki atau pengendara lain yang melintas. Praktik jual beli obat keras ini terus berulang, meski pihak kepolisian telah berulang kali melakukan penangkapan.

Tramadol sendiri merupakan obat keras yang hanya boleh dijual dengan resep dokter. Penyalahgunaan obat ini dapat menimbulkan berbagai efek samping berbahaya bagi kesehatan.