Performa Juventus di Bawah Igor Tudor: Awal yang Lebih Suram Dibanding Era Thiago Motta?
Juventus kini menghadapi sorotan tajam setelah pergantian pelatih dari Thiago Motta ke Igor Tudor, yang ternyata belum mampu mendongkrak performa tim secara signifikan. Keputusan Juventus untuk mendepak Thiago Motta pada 23 Maret lalu, usai kekalahan telak dari Atalanta (0-4) dan Fiorentina (0-3), ternyata belum membuahkan hasil yang diharapkan. Tekanan terhadap Motta saat itu juga dipicu oleh kegagalan Juventus di Liga Champions dan performa yang kurang konsisten di Serie A.
Sebelum pemecatannya, Thiago Motta sempat menyatakan ketidaksetujuannya atas anggapan bahwa timnya telah gagal mencapai target. Ia berpendapat bahwa timnya masih berpeluang besar untuk mengamankan posisi empat besar, target yang ditetapkan di awal musim. Motta merasa tidak diberikan kesempatan yang cukup untuk membuktikan diri, meskipun terikat kontrak selama tiga tahun.
Kini, lima pekan pasca pemecatan, Motta mungkin memiliki sedikit kelegaan melihat performa Juventus di bawah arahan Igor Tudor. Statistik menunjukkan bahwa start Tudor justru lebih buruk dibandingkan Motta. Dalam enam pertandingan pertamanya, Motta mencatatkan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang. Sementara itu, Tudor hanya mampu meraih tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.
Terakhir, Juventus ditahan imbang 1-1 oleh Bologna di Renato Dall'Ara pada Minggu, 4 Mei 2025, semakin memperpanjang daftar hasil kurang memuaskan di bawah Tudor. Situasi ini mengingatkan kembali pada masa kepelatihan Motta, di mana Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Meskipun saat ini Juventus berada di peringkat keempat, mereka memiliki poin yang sama dengan AS Roma dan Lazio, serta hanya unggul satu poin dari Bologna.
Komentar Tudor setelah pertandingan melawan Bologna juga memicu kekhawatiran. Ia menyatakan kepuasannya atas hasil imbang tersebut, meskipun Juventus memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan setelah unggul terlebih dahulu. Tudor beralasan bahwa Bologna adalah tim yang telah dibangun selama bertahun-tahun dan memiliki gaya bermain yang spesifik, terutama saat bermain di kandang.
Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, masih ada secercah harapan bagi Juventus. Jadwal pertandingan yang akan datang relatif lebih mudah dibandingkan dengan para pesaing mereka. Berikut adalah jadwal pertandingan sisa Juventus, AS Roma, Lazio, dan Bologna:
- Juventus: Lazio, Udinese, Venezia
- AS Roma: Atalanta, AC Milan, Torino
- Lazio: Juventus, Inter Milan, Lecce
- Bologna: Milan, Fiorentina, Genoa
Dengan jadwal yang lebih menguntungkan, Juventus memiliki peluang untuk mengamankan posisi di zona Liga Champions. Namun, performa tim di bawah arahan Igor Tudor harus segera menunjukkan peningkatan agar dapat memaksimalkan peluang tersebut.