Revitalisasi Pasar Gembrong Bogor Terancam Molor, Ancaman Sanksi Mengintai Pengembang

Revitalisasi Pasar Gembrong Bogor Terancam Molor, Ancaman Sanksi Mengintai Pengembang

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mendesak CV Purnabri, selaku pengembang proyek revitalisasi Pasar Gembrong Sukasari, untuk segera menyelesaikan pekerjaan sebelum perayaan Idul Fitri. Proyek yang ditargetkan rampung pada akhir Maret 2025 ini krusial karena Pasar Gembrong akan menjadi lokasi relokasi pedagang dari Pasar Bogor yang akan direvitalisasi. Penundaan penyelesaian revitalisasi Pasar Gembrong akan berdampak signifikan terhadap rencana relokasi pedagang Pasar Bogor, terutama mengingat tingginya aktivitas perdagangan menjelang dan selama libur Lebaran. Jika revitalisasi tidak selesai tepat waktu, para pedagang akan menghadapi kendala operasional yang serius.

Ketidakpastian penyelesaian proyek ini menimbulkan kekhawatiran Wali Kota. Dedie Rachim menyatakan keprihatinannya dan secara tegas menyampaikan bahwa lambatnya progres pekerjaan tidak dapat ditolerir. Beliau menekankan bahwa percepatan penyelesaian proyek adalah mutlak diperlukan. Sebagai konsekuensi dari keterlambatan, Pemkot Bogor akan menjatuhkan sanksi berupa denda kepada pengembang sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati. “Pilihannya hanya dua: membayar denda atau mempercepat penyelesaian proyek. Kedua pilihan tersebut sama-sama akan menimbulkan biaya,” tegas Wali Kota Dedie.

Pihak pengembang, CV Purnabri, melalui Site Manager Alby Satria Fajar, mengakui adanya kendala yang menyebabkan keterlambatan. Alby menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah penantian kepastian relokasi pedagang Pasar Bogor. Permintaan untuk membangun kios dua kali lipat dari jumlah pedagang eksisting untuk menampung pedagang Pasar Bogor membutuhkan waktu tambahan untuk penyesuaian. Setelah mendapat kepastian pembongkaran Pasar Bogor, pihaknya langsung meningkatkan kecepatan pembangunan.

Selain itu, perubahan Rencana Anggaran Biaya (RAB) akibat penyesuaian fasilitas parkir juga menjadi faktor penyebab keterlambatan. Keterbatasan lahan dari Perumda Pasar Bogor mengharuskan penambahan fasilitas parkir di basement dua, yang otomatis menambah kompleksitas dan durasi pekerjaan. Namun demikian, Alby memastikan bahwa CV Purnabri akan melakukan berbagai upaya untuk mempercepat penyelesaian proyek revitalisasi Pasar Gembrong guna menghindari sanksi denda yang telah ditetapkan.

Pasar Gembrong Sukasari yang sedang direvitalisasi direncanakan memiliki 640 kios dan los. Konsep pembangunannya dirancang untuk mengakomodasi berbagai jenis usaha. Lantai basement 1 akan difungsikan untuk pedagang pasar malam yang menjual barang basah. Lantai dasar akan diisi oleh pedagang tekstil, emas, salon, dan berbagai usaha lainnya. Sedangkan lantai atas akan dikhususkan untuk kuliner dan wahana hiburan anak. Proyek yang dimulai sejak September 2023 ini diharapkan dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bogor.