DPR Apresiasi Program Prioritas Pendidikan Prabowo: Langkah Strategis Atasi Disparitas dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru

DPR Apresiasi Program Prioritas Pendidikan Prabowo: Langkah Strategis Atasi Disparitas dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyatakan dukungan penuh terhadap serangkaian program bantuan pendidikan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program-program ini, yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, dipandang sebagai langkah strategis untuk mengatasi ketimpangan dalam sistem pendidikan nasional dan meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan apresiasinya terhadap program-program tersebut, yang meliputi pembangunan dan renovasi sekolah, penyediaan fasilitas smart classroom, bantuan finansial untuk guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan D4/S1, serta bantuan untuk guru honorer. Cucun menekankan bahwa program-program ini memiliki potensi besar untuk menyelesaikan masalah disparitas fasilitas dan layanan pendidikan, serta memastikan pemenuhan hak-hak warga negara di bidang pendidikan.

"Banyak sekolah saat ini terpinggirkan karena tidak terintegrasi secara optimal dengan kebijakan pendidikan nasional. Program-program unggulan Presiden Prabowo akan menjadi momentum penting untuk menuntaskan ketimpangan ini," ujar Cucun dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa program-program ini akan memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal akibat masalah koordinasi lintas kementerian.

Cucun juga menyoroti masalah kesejahteraan guru yang masih menjadi isu krusial. Ia menyoroti upah yang tidak layak dan kurangnya akses terhadap pelatihan dan pengembangan diri bagi banyak guru, terutama guru honorer dan non-ASN.

"Mereka adalah garda terdepan pendidikan, tetapi masih banyak guru honorer dan non-ASN yang belum memiliki kepastian status, upah yang layak, maupun akses pelatihan dan pengembangan diri," kata Cucun. Ia berharap program bantuan untuk guru honorer dan guru yang belum menempuh pendidikan D4 atau S1 dapat terealisasi dengan efektif dan tepat sasaran.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan komitmen DPR untuk mendukung segala upaya pemerintah dalam pemerataan pendidikan nasional dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (2/5/2025). Program ini mencakup:

  • Pembangunan dan renovasi sekolah
  • Penyediaan smart classroom
  • Bantuan finansial sebesar Rp 3 juta per semester untuk guru yang belum D4/S1
  • Bantuan untuk guru honorer

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan bangsa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa program pembangunan dan renovasi sekolah akan menyasar 11.440 sekolah. Selain itu, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 triliun untuk program digitalisasi pendidikan, yang akan menyediakan smart board di 15.000 satuan pendidikan.

Mengenai bantuan untuk guru yang belum D4/S1, Mendikdasmen menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan tunai sebesar Rp 3 juta per semester kepada 12.000 guru. Selain itu, guru honorer juga akan menerima bantuan sebesar Rp 300.000 per bulan.

Dengan adanya dukungan penuh dari DPR dan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, diharapkan masalah ketimpangan dan kesejahteraan guru dapat segera teratasi, sehingga pendidikan di Indonesia dapat semakin maju dan merata.