Diabetes Tipe 5: Penyakit Langka Akibat Kekurangan Gizi yang Mulai Mendapat Perhatian

Federasi Diabetes Internasional (IDF) telah mengakui secara resmi keberadaan diabetes tipe 5, sebuah kondisi yang terkait erat dengan kekurangan gizi. Pengakuan ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit yang rentan menyerang remaja dan dewasa muda yang kekurangan nutrisi, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah.

Diabetes tipe 5, yang sebelumnya seringkali salah didiagnosis sebagai diabetes tipe 1 atau tipe 2, kini menjadi fokus perhatian para ahli. Dr. Meredith Hawkins, seorang ahli endokrinologi terkemuka, menekankan bahwa pengakuan ini adalah langkah krusial dalam mengatasi masalah kesehatan yang merugikan banyak individu di seluruh dunia. Kondisi ini berbeda dengan diabetes tipe 2 yang sering dikaitkan dengan gaya hidup dan resistensi insulin, maupun diabetes tipe 1 yang merupakan penyakit autoimun yang merusak sel-sel penghasil insulin.

Penyebab dan Karakteristik Diabetes Tipe 5

Diabetes tipe 5 diperkirakan memengaruhi sekitar 20 hingga 25 juta orang di seluruh dunia, dengan prevalensi tertinggi di wilayah Asia dan Afrika. Penyakit ini ditandai dengan disfungsi sel beta pankreas, yang mengakibatkan produksi insulin yang tidak mencukupi. Prof. Nihal Thomas, seorang ahli endokrinologi dari India yang terlibat dalam Kelompok Kerja Diabetes Tipe 5, menjelaskan bahwa kurangnya pengakuan formal selama ini menyebabkan kurangnya penelitian dan kesalahan diagnosis.

Salah satu ciri khas diabetes tipe 5 adalah hubungannya dengan kekurangan gizi yang parah. Pasien seringkali memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang sangat rendah, di bawah 18,5 kg/m2. Berbeda dengan diabetes tipe 2, produksi dan pelepasan glukosa oleh hati ke dalam aliran darah cenderung lebih rendah. Pemindaian tubuh juga menunjukkan persentase lemak tubuh yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pasien diabetes tipe 2. Selain itu, asupan protein, serat, dan mikronutrien esensial dari makanan sangat minim.

Gejala dan Diagnosis yang Tepat

Gejala diabetes tipe 5 seringkali tumpang tindih dengan gejala diabetes jenis lain, seperti kelelahan ekstrem, penurunan berat badan, dan infeksi berulang. Namun, penting untuk membedakan diabetes tipe 5 dari jenis diabetes lainnya karena penanganannya pun berbeda. Dr. Ajay Agarwal, seorang dokter penyakit dalam, menekankan bahwa meskipun gejalanya mirip, diabetes tipe 5 tidak boleh disamakan dengan jenis diabetes lainnya. Pemindaian tubuh pada pasien diabetes tipe 5 menunjukkan persentase lemak yang sangat rendah, yaitu sekitar 10-12%, dibandingkan dengan 20-25% pada orang dewasa yang sehat.

Kesalahan diagnosis dapat berakibat fatal karena pemberian insulin yang berlebihan pada pasien diabetes tipe 5 justru dapat membahayakan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang karakteristik unik diabetes tipe 5 sangat penting bagi para profesional kesehatan untuk memberikan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Pengakuan resmi diabetes tipe 5 oleh IDF diharapkan dapat mendorong penelitian lebih lanjut dan pengembangan strategi penanganan yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup jutaan orang yang terkena dampak penyakit ini.