Haykal Kamil Bimbing Putrinya Puasa Perdana: Proses Belajar dan Kesabaran

Haykal Kamil Bimbing Putrinya Puasa Perdana: Proses Belajar dan Kesabaran

Haykal Kamil, aktor yang dikenal lewat perannya di sinetron Kiamat Sudah Dekat, membagikan pengalamannya membimbing putri pertamanya, Khawla Saila Kamil (7 tahun), menjalani ibadah puasa Ramadan. Tahun ini menandai pengalaman pertama Khawla berpuasa penuh selama seharian. Meskipun menantang, Haykal menekankan pendekatan yang penuh kesabaran dan pemahaman dalam mendampingi putrinya dalam proses belajar berpuasa ini. Pertemuan dengan awak media di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (2/3/2025) lalu, memberikan kesempatan Haykal untuk berbagi kisah inspiratif ini.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana Khawla masih menjalani puasa secara parsial, tahun ini ia bertekad untuk berpuasa penuh. Namun, perjalanan menuju pencapaian ini tidaklah mudah. Haykal menceritakan momen-momen haru saat Khawla, yang masih berusia tujuh tahun, harus berjuang melawan rasa lapar dan haus. Tangisan dan keinginan untuk berbuka puasa sebelum waktunya menjadi hal yang biasa. “Dia menangis sejak siang karena lapar,” ungkap Haykal. Ia bahkan beberapa kali kedapatan mencoba mendekati kulkas. Pada momen-momen seperti inilah, peran Haykal sebagai ayah dan pembimbing sangat krusial. Ia tidak serta-merta mengizinkan Khawla untuk berbuka, melainkan memilih untuk menenangkan dan menjelaskan pentingnya kesabaran dalam menjalankan ibadah puasa. “Aku jelaskan padanya bahwa kita harus tenang dan memahami bahwa berpuasa di usia tujuh tahun adalah hal yang berat,” tuturnya. Haykal juga menuturkan peran penting istrinya dalam proses ini, di mana mereka berdua bekerja sama untuk membimbing Khawla dengan penuh kasih sayang dan pengertian.

Lebih lanjut, Haykal menegaskan bahwa ia sama sekali tidak memaksa Khawla untuk berpuasa penuh selama satu bulan penuh. Prioritas utamanya adalah memberikan pemahaman dan pengalaman berharga kepada putrinya. “Tidak ada paksaan,” tegasnya. “Jika belum mampu berpuasa penuh, tidak apa-apa. Namun, penting untuk melatihnya agar ia memahami makna dan esensi berpuasa.” Haykal menyadari bahwa proses pembelajaran ini membutuhkan waktu dan kesabaran. Ia percaya bahwa dengan memberikan contoh yang baik dan membuka ruang diskusi, Khawla akan lebih mudah memahami pentingnya ibadah puasa.

Metode yang diterapkan Haykal pun terbilang sederhana namun efektif. Ia menekankan pentingnya memberikan contoh teladan yang baik sebagai orang tua. Anak, menurutnya, adalah peniru ulung. Selain itu, Haykal juga membuka ruang dialog dengan Khawla. “Kita harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana dengan cara yang mudah dipahami anak seusia tujuh tahun,” jelasnya. Dengan demikian, Khawla tidak hanya sekadar menjalankan ibadah puasa, tetapi juga memahami makna dan hikmah di baliknya. Proses ini menunjukan bagaimana Haykal Kamil membimbing putrinya melalui pendekatan yang penuh kasih sayang, kesabaran, dan pemahaman, tanpa paksaan, melainkan dengan membangun fondasi pemahaman yang kuat terkait ibadah puasa.

Haykal Kamil juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya dalam berpuasa, menekankan perlunya pendekatan yang sabar dan penuh kasih sayang tanpa ada unsur pemaksaan, serta memberikan pemahaman yang sesuai dengan usia anak.