Kesemrawutan Kabel di JPO Cawang Kompor, Diduga Imbas Pembangunan LRT
JPO Cawang Kompor: Simpul Kabel dan Dugaan Dampak Proyek LRT
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Cawang Kompor, yang terletak di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, kini menjadi sorotan akibat kondisi yang memprihatinkan. Pagar jembatan tersebut dipenuhi lilitan kabel yang semrawut, menimbulkan pertanyaan tentang penyebab dan tanggung jawab atas kondisi ini.
Ketua RT 01/RW 04 Kelurahan Cawang, Thamrin Taufik, menduga bahwa kondisi ini merupakan dampak dari pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Menurutnya, sebelum proyek LRT berjalan, kabel-kabel utilitas di kawasan tersebut tertanam rapi di dalam tanah. Namun, selama proses pembangunan LRT, pemilik utilitas diduga memindahkan kabel-kabel tersebut dan melilitkannya ke pagar JPO sebagai solusi sementara.
Praktik ini dinilai bertentangan dengan Instruksi Gubernur Nomor 126 Tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Gubernur Jakarta saat itu, Anies Baswedan. Instruksi tersebut mewajibkan penanaman kabel fiber optik di bawah tanah, bukan digantung atau dililitkan secara sembarangan. Meskipun sebagian kabel telah diturunkan dan ditanam, masih banyak yang tetap melilit di JPO, seolah menjadi pemandangan yang lumrah.
Thamrin Taufik mengaku telah berulang kali menegur petugas utilitas yang melakukan pemeliharaan di sekitar JPO, meminta mereka untuk menanam kabel-kabel tersebut sesuai aturan. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan, dan lilitan kabel semakin banyak dari waktu ke waktu. Hal ini diperkuat dengan penelusuran melalui Google Street View, yang menunjukkan bahwa pada tahun 2017, JPO Cawang Kompor masih bersih dari lilitan kabel. Namun, pada tahun 2018, kabel-kabel mulai terlihat terpasang di pagar jembatan.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kontraktor terkait masalah ini. Ia menekankan bahwa banyak pihak yang terlibat dalam pembangunan LRT Jabodebek, dan setiap pihak memiliki tanggung jawab masing-masing.
Kondisi JPO yang Memprihatinkan
Selain masalah lilitan kabel, kondisi fisik JPO Cawang Kompor juga sangat memprihatinkan. Sarana publik yang seharusnya aman dan nyaman bagi pejalan kaki ini justru berpotensi membahayakan akibat minimnya perawatan dan kerusakan struktural.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa tangga jembatan tampak aus dan lapuk di beberapa bagian, dengan cat pembatas berwarna kuning yang memudar. Beberapa anak tangga retak dan tidak rata, serta terdapat tumpukan sampah plastik di salah satu sudut jembatan.
Railing atau pegangan tangan berwarna putih terlihat berkarat dan kusam. Bahkan, sebagian besinya telah hilang, dan terdapat coretan vandalisme di beberapa bagian. JPO ini juga tidak dilengkapi atap pelindung, sehingga pengguna jalan terpapar langsung terik matahari saat melintas.
Di bagian atas jembatan, terpasang dua kamera CCTV dan tiga lampu penerangan. Namun, kabel-kabel pada lampu tampak menjuntai, meskipun belum menghalangi jalur pejalan kaki. Lilitan kabel menutupi sekitar 10 meter panjang railing. Beberapa kabel bahkan dalam kondisi terbuka, meningkatkan risiko sengatan listrik. Selain kabel, beberapa bagian railing juga dipasangi spanduk iklan, menambah kesan semrawut pada JPO ini.