Manajemen GoTo Alami Perubahan, Beberapa Direktur dan Komisaris Mengundurkan Diri
Perusahaan teknologi GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) baru-baru ini mengumumkan adanya perubahan dalam jajaran manajemennya. Beberapa anggota Direksi dan Dewan Komisaris telah mengajukan pengunduran diri, sebuah langkah yang menurut analis pasar sebagai hal yang wajar dalam dinamika perusahaan terbuka.
Adapun nama-nama yang mengundurkan diri dari jajaran direksi GOTO yaitu Thomas Husted yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur. Selain itu, Nila Marita yang merupakan Direktur dan Head of External Affairs, serta Pablo Malay yang menjabat sebagai Chief Corporate Officer. Tak hanya itu, Garibaldi Thohir juga mengundurkan diri dari posisinya sebagai Komisaris.
Analis dari Kiwoom Securities, Abdul Azis, memberikan pandangannya mengenai pengunduran diri ini. Menurutnya, dalam perusahaan terbuka seperti GOTO, perubahan dalam jajaran manajemen adalah hal yang lumrah terjadi. Pergantian Direksi dan Komisaris biasanya memerlukan persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Abdul Azis menambahkan bahwa agenda pengunduran diri Direksi merupakan hal yang umum di setiap perusahaan terbuka dan hampir semua emiten memiliki agenda tahunan tersebut dalam RUPS-nya. Perubahan susunan Direksi maupun Komisaris di GOTO juga menjadi agenda yang cukup rutin dilakukan perusahaan.
Dalam keterangan resmi perusahaan, disebutkan bahwa Nila Marita Indreswari mengundurkan diri dari jabatan Direktur dengan alasan ingin fokus pada minat lain di luar perusahaan. Sementara itu, Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir, mengundurkan diri dari jabatan Komisaris karena ingin lebih fokus pada bisnis keluarga.
Thomas Kristian Husted mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden Direktur dan akan memfokuskan diri untuk mendukung pengembangan anak usaha perseroan yakni GOTO Financial. Sedangkan Pablo Malay mengundurkan diri dari jabatan Direktur. Namun keputusan pengunduran dirinya bergantung pada persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) lantaran dirinya akan dinominasikan sebagai Komisaris Perseroan.
Sebelumnya, GOTO juga telah melaporkan kinerja keuangan kuartal I 2025. Dalam laporan tersebut, terlihat bahwa kerugian bersih perusahaan mengalami penurunan signifikan sebesar 61% secara year-on-year (yoy). Selain itu, rugi usaha yang mencerminkan aktivitas operasional perusahaan juga menyusut hampir 80% yoy dan menjadi capaian terbaik sepanjang sejarah perusahaan.
GOTO juga melaporkan EBITDA Grup yang disesuaikan positif sebesar Rp 393 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Sejalan dengan capaian tersebut, perusahaan juga mencatatkan arus kas dari aktivitas operasional positif sebesar Rp 301 miliar pada periode yang sama.
Analis dari MNC Sekuritas, Rudy Setiawan, menilai bahwa fundamental GOTO semakin solid. Kinerja grup ditopang oleh kedua unit bisnisnya. Inovasi produk dan disiplin menjaga cost menjadi pendorong profitabilitas. Operating cash flow yang positif adalah kemajuan yang luar biasa dan mencerminkan profitabilitas operasional yang baik, keberlangsungan usaha yang lebih terjamin hingga kondisi keuangan yang jauh lebih sehat.
Rudy juga menilai bahwa GOTO berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp 1,4-1,6 triliun untuk keseluruhan tahun 2025. Capaian profitabilitas di kuartal pertama sudah mencapai 25% dari target yang ditetapkan perusahaan sebelumnya.
Secara umum on-track karena capaian pedoman profitabilitas di kuartal pertama sudah 25% dari yang ditetapkan, jadi sebagai investor kembali fokus kepada fundamental dan profitabilitas GOTO untuk dijadikan pertimbangan dalam investasi.