Guiding Block di Taman Dampelas Dibongkar, Pagar Pembatas Sungai Diminta Diperkuat
Pembongkaran jalur pemandu tunanetra (guiding block) berwarna kuning yang mengarah langsung ke sungai di Taman Dampelas, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, menuai respons positif dari warga sekitar. Mereka menilai langkah ini penting untuk mencegah potensi bahaya bagi penyandang disabilitas penglihatan. Namun, warga juga menyuarakan perlunya peningkatan keamanan di area taman, terutama dengan menambah pagar pembatas antara area bermain anak dan sungai.
Teguh (38), salah seorang warga yang sering mengunjungi Taman Dampelas, mengungkapkan kekhawatirannya terkait keselamatan anak-anak yang bermain di dekat sungai. Ia mengatakan, "Bagusnya dikasih pagar kayak gitu, jadi biar anak-anak kalau misalkan mau main tuh jadi nggak berbahaya di sana." Lokasi guiding block yang sebelumnya mengarah ke sungai memang berdekatan dengan area bermain anak, sehingga risiko terjatuh ke sungai menjadi perhatian utama.
Warga lain, Nurdin (30), juga mendukung penuh pembongkaran guiding block tersebut. Ia berpendapat bahwa keberadaan jalur yang mengarah langsung ke sungai sangat berbahaya bagi tunanetra. "Ya lebih baik dibongkar ya, takutnya ada tunanetra kan bahaya, walau sejauh ini sih belum ada kejadian, belum pernah dengar saya. Tapi mencegah lah, daripada kejadian," ujarnya. Nurdin juga menambahkan bahwa penambahan pagar akan memberikan rasa aman bagi anak-anak yang bermain di taman.
Beberapa poin yang menjadi perhatian warga:
- Keamanan Anak-anak: Kurangnya pembatas yang memadai antara area bermain dan sungai meningkatkan risiko anak-anak terjatuh ke sungai saat bermain.
- Potensi Bahaya bagi Tunanetra: Guiding block yang mengarah langsung ke sungai membahayakan keselamatan penyandang disabilitas penglihatan.
- Pencegahan Kecelakaan: Warga berharap penambahan pagar dapat mencegah potensi kecelakaan di area taman.
Sebelumnya, viral di media sosial video yang menampilkan dua orang siswa mengkritik keberadaan guiding block yang berbahaya di Taman Danau Dampelas. Dalam video tersebut, kedua siswa memperagakan bagaimana jalur pemandu tersebut justru mengarahkan tunanetra ke tepi sungai. Kritik tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pembongkaran guiding block yang dinilai membahayakan.
Dengan pembongkaran guiding block dan usulan penambahan pagar, warga berharap Taman Dampelas dapat menjadi ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua kalangan, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas.