Kompetisi Puteri Indonesia 2025 Umumkan 16 Finalis Teratas, Jawa Timur dan NTB Berjaya
Malam Grand Final Puteri Indonesia 2025 yang megah, berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, menjadi saksi terpilihnya 16 finalis terbaik dari 45 peserta yang mewakili seluruh pelosok Indonesia. Ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi para wanita muda berbakat untuk meraih enam gelar utama, yang akan membuka jalan bagi mereka untuk bersinar di kancah kecantikan dunia.
Dengan mengusung tagline "Be Right, Be Bright", Puteri Indonesia 2025 menekankan lebih dari sekadar Brain, Beauty, dan Behaviour. Kompetisi ini juga mencari sosok yang memiliki ketepatan dalam bersikap dan kepedulian terhadap isu-isu sosial serta lingkungan yang mendesak.
Berikut adalah daftar lengkap 16 finalis yang berhasil melaju ke babak selanjutnya:
- Jawa Timur - Firsta Yufi Amarta
- Sulawesi Selatan - Andi Adriana Rumpang
- Sulawesi Barat - Adinda Putri Pawan
- DKI Jakarta 1 - Melliza Xaviera Putri Yulian
- Kepulauan Riau 1 - Yetti Mawar Meliala
- DKI Jakarta 3 - Sarah Sentoso
- Sumatera Selatan 1 - Salma Ranggita Cahyariyani
- Banten - Syafira Mardiyah
- Sulawesi Utara - Cindi Noladyta
- Riau - Sarah Aurelia Saragih
- DKI Jakarta 2 - La-Tanya Alisa Riskasari
- Nusa Tenggara Barat - Cahaya Sukma Dewi
- Kalimantan Timur - Rinanda Aprillya Maharani
- DI Yogyakarta - Maharani Divaningtyas
- Kalimantan Selatan 1 - Nur Azelia Humani Santang
- Sumatera Utara 1 - Putri Anggita Milala
Perbedaan signifikan terlihat pada tahun ini, di mana enam gelar utama akan diberikan kepada para finalis terbaik, melampaui tradisi empat pemenang sebelumnya. Gelar-gelar tersebut meliputi:
- Puteri Indonesia 2025 (Gelar Utama)
- Puteri Indonesia Pendidikan
- Puteri Indonesia Kebudayaan
- Puteri Indonesia Lingkungan
- Puteri Indonesia Pariwisata
- Puteri Indonesia Digital dan Inovasi
Proses seleksi enam besar tidak hanya mengandalkan penampilan fisik dan kemampuan wawancara, tetapi juga menekankan pada kemampuan para finalis untuk memberikan jawaban kritis terhadap isu-isu penting. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri, seperti "Perempuan tangguh pilar Indonesia maju" dan "Transformasi digital dan etika digital", menguji wawasan para finalis mengenai peran perempuan di era digitalisasi serta kesiapan mereka untuk menghadapi tantangan global.