Lampu Hijau dari Prabowo untuk RUU Perampasan Aset Disambut Baik oleh Eks Penyidik KPK
Momentum Pengesahan RUU Perampasan Aset Menguat Pasca Dukungan Presiden
Dukungan tegas Presiden Prabowo Subianto terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset disambut positif oleh kalangan pegiat antikorupsi. Yudi Purnomo Harahap, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menilai bahwa pernyataan presiden menjadi momentum krusial untuk segera mengesahkan RUU tersebut menjadi undang-undang.
"Ini adalah momentum yang telah lama ditunggu oleh para pegiat antikorupsi," ujar Yudi. Ia menambahkan, dukungan eksplisit dari Presiden Prabowo seharusnya menghilangkan segala hambatan politis yang selama ini menghalangi proses pengesahan RUU di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Peluang Pengesahan RUU di DPR Semakin Terbuka
Yudi meyakini bahwa dengan mayoritas partai politik di parlemen tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah, seharusnya tidak ada lagi kendala politis yang berarti. Ia bahkan mendorong Partai Gerindra, partai yang dipimpin oleh Prabowo, untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal pengesahan RUU Perampasan Aset di DPR.
Lebih lanjut, Yudi menyoroti posisi strategis para ketua umum partai koalisi yang juga menjabat sebagai menteri dalam kabinet. Ia berharap para menteri tersebut dapat secara aktif mendorong anggota DPR dari partai masing-masing untuk segera membahas RUU Perampasan Aset bersama pemerintah, memasukkannya ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas), dan mengesahkannya pada tahun ini.
Dukungan Presiden Dinyatakan di Hari Buruh
Seperti yang telah diberitakan, Presiden Prabowo menyampaikan dukungannya terhadap RUU Perampasan Aset saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Lapangan Monas, Jakarta. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kompromi terhadap para koruptor yang berusaha menyembunyikan atau tidak mengembalikan aset hasil kejahatan mereka.
"Sudah mencuri, tidak mau mengembalikan aset. Akan saya tarik!" tegas Prabowo, yang disambut dengan sorak sorai persetujuan dari para buruh yang hadir.
Dukungan presiden ini memberikan harapan baru bagi penguatan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia melalui mekanisme perampasan aset yang lebih efektif dan efisien.