Harga Emas Perhiasan Melonjak: Inflasi Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan lonjakan signifikan pada inflasi harga emas perhiasan di bulan April 2025. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sejak September 2020, menandakan perubahan dinamis dalam pasar komoditas berharga tersebut.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa inflasi emas perhiasan mencapai 10,52 persen pada April 2025. Angka ini melonjak tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencatatkan inflasi sebesar 3,77 persen. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya harga emas dunia.

"Inflasi emas perhiasan di bulan April ini adalah yang tertinggi sejak September 2020. Pada Agustus 2020, kita mencatat inflasi emas sebesar 10,75 persen," kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta.

Emas perhiasan memberikan kontribusi inflasi terbesar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 2,46 persen dan memberikan andil sebesar 0,1 persen pada inflasi nasional.

Secara keseluruhan, inflasi nasional pada April 2025 tercatat sebesar 1,17 persen secara bulanan, 1,95 persen secara tahunan, dan 1,56 persen secara tahun kalender.

Pudji Ismartini menjelaskan bahwa inflasi emas perhiasan ini terjadi seiring dengan tren kenaikan harga emas dunia yang telah berlangsung sejak Januari 2024. Data BPS menunjukkan bahwa pada Januari 2024, harga emas dunia masih berada di level 2.000 dollar AS per troy ons. Namun, pada April 2025, harga emas dunia melambung ke kisaran 3.200 dollar AS per troy ons. Peningkatan ini secara langsung memengaruhi harga emas di pasar domestik.

Namun, pada perdagangan terkini, Jumat (2/5/2025), harga emas dunia mengalami penurunan ke level terendah dalam dua minggu. Penurunan ini terjadi pada akhir perdagangan Kamis (1/5/2025) waktu setempat atau Jumat (2/5/2025) pagi. Faktor-faktor yang memicu penurunan ini termasuk sinyal meredanya ketegangan perang dagang dan hari libur di China yang mengurangi volume transaksi.

Menurut laporan Reuters, harga emas di pasar spot anjlok 2,3 persen ke level 3.211,53 dollar AS per ons, setelah sebelumnya sempat mencapai level terendah sejak 14 April 2025. Pada pekan sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi di 3.500,05 dollar AS per ons.

Penurunan harga emas dunia ini juga berdampak pada harga emas batangan Antam. Pada hari ini, harga emas batangan Antam anjlok Rp 20.000 per gram menjadi Rp 1.912.000 per gram.